Mahfud MD: 60 Tahun Punya Polisi Jelek Lebih Baik dari 1 Malam Tak Ada Polisi
·waktu baca 2 menit

Institusi Polri menuai sorotan luas terkait kasus tewasnya Brigadir Yosua yang melibatkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, dan menyeret beberapa jenderal polisi.
Dalam rapat dengan Komisi III DPR, Ketua Kompolnas Mahfud MD menyebut Polri memang perlu dibenahi. Dia mengutip pendapat ilmuwan Islam soal keberadaan polisi dibutuhkan masyarakat, meski sedang tersandung masalah.
"Saya ingin mengutip dan memodifikasi apa yang dikatakan ilmuwan Islam Ibnu Taimiyah, '60 tahun kamu mempunyai polisi yang jelek, jauh lebih baik daripada 1 malam saja tidak ada polisi," ucap Mahfud di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/8).
"Bayangin Bapak-bapak, enggak ada polisi satu malam mogok gitu, paginya sudah hilang negara itu. Karena ketika polisi mogok, yang mengurusi pembakaran enggak ada, pembunuhan enggak ada, besoknya hilang (negara)," imbuhnya.
Mahfud lalu mengutip beberapa survei nasional yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri lebih tinggi dibanding penegak hukum lain.
"Kalau bicara potret polisi di Indonesia, sebenarnya kalau bicara masyarakat memandang polisi, itu sangat bagus dan sangat perlu," tuturnya.
"Polisi itu terbaik nomor satu dari empat penegak hukum. Penegak hukum itu ada polisi jaksa, pengadilan, dan KPK. Yang tertinggi polisi. Kalau institusi yang terbaik selalu TNI. Ini dari survei-survei kredibel," imbuh Mahfud.
Mahfud menyebut dalam jangka menengah, akan disiapkan memorandum untuk pembenahan internal Polri. Sementara terkait kasus Sambo, akan tetap dituntaskan.
"Kita kembalikan sama-sama polisi, bangun sama-sama mejadi lebih baik. Tapi kasus Sambo ini kita kejar," tegas Mahfud.
