Mahfud MD Beberkan Bila Rekayasa Sambo Berjalan Mulus

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo usai memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo usai memenuhi panggilan pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menkopolhukam sekaligus Ketua Kompolnas Mahfud MD bersyukur banyak pihak yang mendorong kasus pembunuhan Brigadir Yosua di rumah Irjen Ferdy Sambo terus disuarakan. Bila tidak, bisa saja skenario awal berjalan lancar dan kasus akan ditutup begitu saja.

Mahfud mengatakan, dalam kasus ini awalnya ada 2 kemungkinan. Pertama terjadi dark number. Artinya kasus ini tidak bisa dibuka dan terus ditutup.

"Tapi kemungkinan kedua perkara ini disetop. Karena ini soal pelecehan, dan yang melecehkan sudah mati, sedangkan Bharada E membela diri, tutup perkara," ungkap Mahfud saat RDP dengan Komisi III DPR, di Gedung Parlemen Jakarta, Senin (22/8).

Tapi kan kita dan skenario itu jalan sampai tanggal 8 Agustus ikut pada pengakuan bharada. Saya tidak percaya.

--Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD Hadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD, di Akademi Militer, Magelang. Foto: Humas Kemenko Polhukam

Mahfud saat itu hanya bisa memantau dari jauh perjalanan kasus ini karena sedang ibadah Haji. Lalu, sejak tanggal 13 Juli, Mahfud menilai ada yang tidak beres dalam kasus ini.

"Saya pulang, Kompolnas [sempat] masuk skenario itu tapi tanggal 24 saya bilang balik, kelok, skenarionya jangan itu, salah itu basis skenarionya," tambah dia.

Dia juga berdiskusi dengan Polri terkait skenario itu. Akhirnya satu per satu tabir bisa dibuka setelah Bharada Richard Eliezer membuka semuanya, memberikan kesaksian yang sebenarnya. Sampai akhirnya, ada 5 orang yang jadi tersangka, termasuk Irjen Ferdy Sambo.

video youtube embed

"Dan bahkan skenario pertama baru di-SP3 beberapa hari lalu sesudah Sambo mengaku, lebih dari seminggu baru cabut itu perkara. Harusnya Sambo ngaku, gugur, dicabut langsung. Karena skenario pertama itu masih ada juga yang ingin mengawal di tingkat tertentu itu," jelas dia.

Mahfud bersyukur dalam RDP dengan DPR, anggota Komisi III punya semangat yang sama untuk memperbaiki Polri ke depan.

"Oleh karena itu kita clear kita sama di DPR ini harus diperbaiki," ucap dia.

embed from external kumparan