Mahfud MD Bicara Putusan MA demi Kaesang: Jadi Cemoohan, Muncul Mahkamah Anak

Eks Menkopolhukam MD Mahfud MD merespons soal putusan MA diketok demi jalan mulus putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, untuk maju Pilkada 2024. Kata dia, ini konsekuensi logis.
"Menurut saya itu konsekuensi logis dari tindakan-tindakan selama ini yang dilakukan oleh maaf oleh eksekutiflah, atau kalau enggak eksekutif oleh MK yang kemudian dinilai cacat, melanggar etika berat," kata Mahfud dalam akun YouTube pribadinya, Rabu (5/6).
Menurutnya, wajar bila masyarakat berpikir ke arah sana. Sebab, sebelumnya MK juga memutuskan sebuah perkara yang disebut menjadi jalan mulus putra Jokowi lainnya, Gibran Rakabuming, sehingga bisa menjadi cawapres.
"Itu kan begitu sehingga kan muncul ini masyarakat tiba tiba berasosiasi tersebut ke situ. Sehingga muncul Mahkamah Kakak, Mahkamah Anak, apa namanya menangkan kakak menangkan adik," kata eks Ketua MK itu.
"Itu konsekuensi, jadi bahan cemoohan di publik, biarlah busuk sendiri. Cara berhukum kita sudah busuk sekarang," tutur dia.
Mahfud enggan menanggapi panjang lebar. Termasuk soal Ketum PAN Zulkifli Hasan yang menyebut tak mengizinkan Kaesang maju Pilkada 2024.
Apakah Mahfud percaya?
"Saya tidak ingin percaya tidak percaya, saya sudah malas. Dulu juga kan bilang begitu , dulu bilang begitu akhirnya saya dipaksa parpol itu urusan parpol dulu dia juga bilang enggak setuju. Sekarang dikomentarin lagi malah kita ini malu pada diri sendiri kalau komentar itu," tuturnya.
Mahfud sangat berharap, presiden terpilih Prabowo Subianto bisa membenahi hukum di Indonesia.
"Mudah-mudahan setelah dilantik Pak Prabowo melakukan perubahan-perubahan bagus begini karena itu akan membantu bagi pemerintah bagi Pak Prabowo kalau melakukan hukum dengan benar."
