Mahfud MD: Demokrasi Krisis, Suara Rakyat Tak Terdengar Penguasa

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menghadiri kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (10/2/2024). Foto: Youtube/PDI Perjuangan
zoom-in-whitePerbesar
Paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menghadiri kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat di Simpang Lima, Semarang, Sabtu (10/2/2024). Foto: Youtube/PDI Perjuangan

Calon wakil presiden nomor urut 03 Mahfud MD menilai demokrasi Indonesia saat ini tengah krisis. Suara rakyat tidak terdengar oleh penguasa.

Hal tersebut termaktub dalam maklumat Paslon 03 yang dibacakan Mahfud dalam kampanye akbar pamungkas di Semarang, Jawa Tengah. Mahfud mengatakan, telah mengunjungi lebih dari 450 titik di seluruh Indonesia bersama Ganjar, dan soal demokrasi ini yang menjadi kendala.

"Ada dua masalah utama yang kami lihat menjadi kegelisahan orang banyak di Indonesia ini, yaitu tabir gelap demokrasi dan hilangnya keadilan ekonomi," kata Mahfud, Sabtu (10/2).

"Demokrasi Indonesia telah mengalami krisis dan terancam eksistensinya. Suara rakyat sebagai roh demokrasi nyaris tak terdengar ke telinga elite penguasa," sambung dia.

Pendukung capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD saat kampanye akbar bertajuk Hajatan Rakyat di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Mahfud menyebut, saat ini seolah-olah elite politik berdiam di dalam tembok peredam yang kedap suara rakyat. Hal ini berdampak kepada sikap dari penguasa.

"Tiba-tiba penguasa dan perangkat kekuasaan menjadi bebal. Sungguh demokrasi Indonesia mengarah atau menuju ke arah kegelapan karena korupsi semakin marak terjadi, hukum disalahgunakan, dan terakhir konstitusi dipermainkan," ucapnya.

"Akibatnya apa? Rakyat ekonominya semakin susah, kehidupan wong cilik semakin sulit, ironisnya, kartel ekonomi makin menggurita," sambungnya.

Kampanye akbar Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Semarang. Foto: Youtube/PDI Perjuangan

Mantan Menko Polhukam mengaku mendapatkan banyak cerita dari masyarakat, betapa akses kesehatan tidak merata. Lapangan pekerjaan semakin sulit. Selain itu, akses pendidikan semakin sulit hingga bahan pokok yang melambung.

"Pertanyaannya, mau sampai kapan kita begini? Jawabannya tegas, semua yang tidak beres itu harus dihentikan mulai sekarang. Ya, sekarang! Kita tabrak! Kita serudug!" pungkasnya.