Mahfud MD Komentari Video Diduga Polisi Arogan karena Tak Mau Mundurkan Mobil

12 September 2022 0:22
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD Dalam Agenda Diskusi Publik Pembahasan RKUHP, Rabu (7/9/2022). Foto: Humas Kemenko Polhukam
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD Dalam Agenda Diskusi Publik Pembahasan RKUHP, Rabu (7/9/2022). Foto: Humas Kemenko Polhukam
ADVERTISEMENT
Menko Polhukam Mahfud MD mengomentari sebuah video berdurasi 2 menit 18 detik di akun Twitternya.
ADVERTISEMENT
Dalam video yang pertama kali diunggah seorang netizen itu, terlihat seorang pria paruh baya berbaju putih sedang berdiri di depan mobil putih yang sedang terparkir di pinggir jalan. Dia kemudian terlibat perdebatan dengan seorang pengendara mobil.
Ternyata, pria berbaju putih itu disebut merupakan Ketua RT. Mulanya, ia meminta kepada sopir mobil untuk memundurkan mobilnya karena menghalangi gang keluar-masuk perumahan.
Belum diketahui kapan dan di mana lokasi kejadian itu. Namun pelat mobil itu berasal dari Jakarta, yakni B 1398 KYP.
Akan tetapi, sopir mobil itu tidak mau memundurkan mobilnya. Meski telah diminta, ia tetap bergeming. Dia merasa Pak RT telah memaksanya.
Akhirnya pria yang disebut Ketua RT itu berusaha mendorong mobil agar mau mundur, tapi tetap tak bisa.
ADVERTISEMENT
Seorang wanita memvideokan kejadian itu dan menyebut pengendara mobil itu "mengerjai" Pak RT di lingkungannya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Astagfirullahhalazim. Ini Pak RT saya loh, Pak, ini aku viralin ya, Pak, astagfirullahhalazim, keterlaluan, ini mau ngerjai Pak RT saya ini," ucap wanita itu.
Setelah perdebatan pajang, akhirnya mobil itu mau maju untuk memberikan ruang jalan. Disebutkan sopir itu merupakan seorang polisi.
"Polisi wajarlah kayak gitu, beda level," ucap Ketua RT.
Mahfud mempertanyakan kejadian itu. Jika benar sopir mobil seorang polisi, ia meminta agar kejadian itu diusut tuntas.
"Ini beneran atau konten sandiwara buatan? Kalau ini sungguhan, maka polisi harus mengambil tindakan. Itu ada nomer mobilnya," kata Mahfud.
Mahfud menyesalkan sikap dari sopir mobil itu.
ADVERTISEMENT
"Masak, arogansinya seperti itu," tulis Mahfud sembari me-mention akun Divisi Humas Polri.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·