Mahfud MD: Lindungi Para Ulama, Apa Pun Pandangan Politiknya

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat bersama perwakilan KPK, Kejagung, dan Polri terkait penanganan perkara. Foto: Dok. Humas Kemenko Polhukam
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat bersama perwakilan KPK, Kejagung, dan Polri terkait penanganan perkara. Foto: Dok. Humas Kemenko Polhukam

Insiden penusukan pada Syekh Ali Jaber di Lampung menjadi perhatian serius pemerintah untuk memberi perlindungan para ulama. Menkopolhukam Mahfud MD, meminta TNI hingga Polri untuk melindungi ulama yang berdakwah.

"Kepada semua aparat yang saya sebut tadi supaya dari sekarang melakukan pemantauan, pemetaan, dan perlindungan penuh kepada dai, terutama para ulama," ucap Mahfud dalam paparan di Instagram, Senin (14/9).

"Apa pun pandangan politiknya, itu harus dilindungi kalau sedang berdakwah, itu yang terpenting."

- Mahfud MD

Pelaku penusuk Syekh Ali Jaber. Foto: Twitter/@@sandrotama

Aparat yang disebut Mahfud adalah TNI, Polri, BNPT, termasuk intelijennya yaitu BIN, Bais, dan Intelkam. Menurutnya, ulama berperan dalam membentuk peradaban.

"Karena kita hidup selama ini bangsa Indonesia budaya-budaya yang baik justru ditimbulkan oleh dakwah-dakwah para pendakwah yang telah bekerja dengan ikhlas para ulama kita. Kalau kalau pemerintah tak akan mampu bangun mas sebaik ini tanpa peran serta para ulama dan juru dakwah dengan ikhlas itu," bebernya.

Kepada para aparat itu, Mahfud juga meminta agar penusukan pada Syekh Ali Jaber di Lampung diusut dan jangan mudah percaya informasi pelaku alami gangguan jiwa.

"Saya sudah minta agar menyelidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya dan setransparan mungkin," ucap Mahfud.