Mahfud MD Minta Masyarakat Tak Takut Laporkan Pungli: Lapor ke Kemenkopolhukam

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menkopolhukam Mahfud MD memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5).  Foto: Kemenkopolhukam
zoom-in-whitePerbesar
Menkopolhukam Mahfud MD memberi sambutan pada pelantikan Dr. Makmun Murad sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Selasa (25/5). Foto: Kemenkopolhukam

Menko Polhukam Mahfud MD mempersilakan masyarakat untuk melapor bila menemukan atau mengalami praktik pungutan liar alias pungli. Masyarakat bisa melapor ke kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikan Mahfud dalam akun Twitter pribadinya. Awalnya, ia sedikit menyinggung pengalaman Sosiolog UI sekaligus Penasihat Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), Imam Prasodjo. Imam diduga menjadi korban pungli sejumlah oknum preman di daerah Sukamakmur, Bogor.

Cerita Mahfud di akun media sosial Twitter @mohmahfudmd itu kemudian memantik komentar sejumlah warganet terkait praktik pungli yang disebut masih marak.

Dilihat dari laman Twitter Mahfud, misal ada akun @IngaBunda yang menyebut kasus serupa juga banyak terjadi di Bekasi.

"Bekasi mah parah, sempet buka toko makanan di sana ya allah ga sanggup punglinya hampir tiap hari ada aja yang minta uang apalagi pandemi gini ya allah jualan sepi yang mintain uang mah tetep,sampe ga sanggup baru buka toko 1.5 bulan akhirnya tutup," cuit akun tersebut, dikutip Sabtu (18/9).

Ada juga akun @EdhokSulaiman yang menceritakan kejadian pungli sudah sering terjadi di banyak tempat. Menurut pemilik akun tersebut, salah satu modus yang dilakukan adalah oknum-oknum tersebut datang dan meminta 'uang keamanan'.

"Kejadian serupa tsb, sudah sering terjadi & juga di lain tempat, Prof... Modusnya sekelompok ormas setempat/oknum, mendatangi & minta "uang keamanan". Apalagi kalo kirim barang (kawasan industri) atau ada kerjaan di daerah tsb, seringkali didatangi "oknum" seperti itu," tulis akun tersebut.

Dan masih banyak lagi warganet yang mengeluhkan kasus pungli terus terjadi. Bahkan, beberapa di antaranya ikut mempertanyakan kinerja Satgas Saber Pungli yang berada di bawah Kemenko Polhukam itu.

Mahfud MD Jawab Keresahan Warga soal Pungli

Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) melakukan pengawasan di Kantor Samsat, Jakarta, Kamis (9/9). Foto: PPID DKI Jakarta

Melihat banyak yang mengeluhkan kasus-kasus pungli di Twitternya, Mahfud meminta siapa pun yang mengalaminya untuk melapor ke Saber Pungli.

"Lapor saja ke kantor Saber Pungli di kantor saya, Kemenko Polhukam. Yang penting pelapornya jelas dan pelakunya jelas. Tak perlu takut," ucap Mahfud.

X post embed

Ia kemudian menyinggung laporan advokat Emerson Yuntho terkait kasus pungli diduga terjadi kantor Samsat Kebon Nanas Jakarta Timur.

Mahfud menegaskan masyarakat biasa pun tetap bisa melapor dan akan ditangani oleh tim Saber Pungli. Namun, ditegaskan perlu ada bukti dan pelaku yang jelas melakukan tindakan tersebut.

"Kalau masyarakat biasa lapor ditangani juga. Namun biasanya banyak yang tak berani lapor atau melapor tapi tak mau menunjuk bukti. Buktinya laporan @emerson_yuntho ditangani. Kita terus mengumpulkan bukti dari lapangan, selanjutnya Buya Eson akan kita undang untuk mencocokkan fakta," tulis Mahfud lagi.

"Tak bisa ngecek dokumen lewat Twitter. Silakan datang ke kantor Saberpungli atau ke Dep. 3 Kemenko Polhukam. Yang penting jelas pelapornya, obyeknya, dan terduga pelakunya. Harus dipahami juga bahwa korupsi, pungli, pemerasan, dan penyuapan itu berbeda definisi sehingga beda tempat pelaporannya," tutup dia.