Mahfud MD: Tragedi di Stadion Kanjuruhan, 2-3 Hari Ini Kita Fokus Tolong Korban
·waktu baca 2 menit

Menko Polhukam Mahfud MD kembali menyampaikan perkembangan terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Tercatat hingga Minggu (2/10) pukul 20.20 WIB, korban tewas mencapai 125 orang.
Sementara korban luka 323 orang. Korban luka itu baik berat, sedang maupun ringan.
Mahfud mengatakan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menolong para korban yang sedang dirawat di rumah sakit termasuk yang meninggal dunia.
"Dalam 2-3 hari ini kita konsentrasi dulu menolong korban, baik yamg harus dirawat maupun yang harus dikuburkan," tulis Mahfud di akun Twitternya.
Lebih lanjut, Mahfud mengatakan Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi agar kasus ini diusut hingga tuntas. Ia meminta masyarakat untuk bersabar.
"Presiden sudah menginstruksikan penghentian pertandingan Liga sampai selesai evaluasi total. Artinya ini harus diselidiki dulu duduk perkaranya. Harap sabar," kata Mahfud.
Duel antara Arema FC vs Persebaya pada pekan ke-11 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10), berakhir ricuh.
Aparat menembakkan gas air mata ke kerumunan suporter usai situasi tidak kondusif. Akibatnya fatal, banyak suporter tewas karena sesak napas hingga terinjak saat akan keluar dari stadion karena panik.
Cara menanggulangi kerusuhan suporter dengan gas air mata sebenarnya dilarang oleh FIFA. Hal ini tertuang dalam pasal 19 aturan FIFA menyoal Stadium Safety and Security Regulations.
Namun, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta telah memberikan penjelasan terkait hal itu. Menurutnya, gas air mata sengaja ditembakkan karena situasi semakin tidak kondusif. Apalagi menurut Nico, ada oknum suporter yang menyerang aparat.
