Mahfud: Pemilu Digelar untuk Cegah Orang Jahat Jadi Pemimpin

13 September 2023 11:41 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mahfud MD Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Nurul Jadid dan Zainul Hasan Genggong. Foto: Humas Kemenko Polhukam
zoom-in-whitePerbesar
Mahfud MD Ziarah ke Makam Pendiri Ponpes Nurul Jadid dan Zainul Hasan Genggong. Foto: Humas Kemenko Polhukam
ADVERTISEMENT
Menko Polhukam Mahfud MD berbicara soal pentingnya pemilu. Kata dia, pemilu digelar untuk mencegah orang jahat menjadi pemimpin, orang jahat menjadi wakil rakyat.
ADVERTISEMENT
"Satu semboyan yang pernah dikatakan oleh Pak Magnis Suseno, pemilu itu harus dilaksanakan karena kita ingin mendapat pemimpin yang ideal baik," kata Mahfud di Hotel Pullman, Bandung, Rabu (13/9).
Mahfud menyampaikan itu di acara forum diskusi keberagaman itu. Hadir dalam acara ini antara lain Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKS Aboe Bakar, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.
Ilustrasi Alat Peraga Kampanye (APK) di Banda Aceh. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan
"Pemilu dilaksanakan untuk mencegah orang jahat menjadi pemimpin. Untuk mencegah orang jahat menjadi wakil rakyat. Itulah perlunya pemilu, maka pasti dengan proses-proses demokrasi itu yang akan ditampilkan pasti atau harus orang-orang yang punya nilai-nilai kebaikan yang siap membangun bangsa ini," beber dia.
Kata Mahfud juga, pemilu adalah untuk memilih yang terbaik di antara orang-orang yang sama-sama punya kejelekan, yang lebih sedikit jelekanya yang dipilih berdasarkan ukuran-ukuran aspirasi.
ADVERTISEMENT
"Ndak ada pemilu itu ideal, pasti ada kurangnya namanya manusia. Ada yang punya kelebihan di bidang misalnya penegakan demokrasi ada yang punya perjuangan ekonomi di bidang sosial budaya, nah nanti hasilnya dari kombinasi itu semua akan memunculkan konfigurasi kepemimpinan yang bagus," tegasnya.