Mahfud Putar 5 Video soal FPI: Dukung ISIS hingga Provokasi Konflik Ambon-Poso

Pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD telah menyatakan FPI sebagai organisasi terlarang. Sebab tak lagi memiliki izin sejak 20 Juni 2019 dan secara de jure sudah bubar.
Tak hanya itu, anggota FPI juga terbukti terlibat dalam aksi terorisme dan pelanggaran pidana lainnya.
Usai pengumuman soal FPI jadi organisasi terlarang, diputar sejumlah video yang menampilkan provokasi yang dilakukan pimpinan FPI Habib Rizieq dan sejumlah kegiatan lain yang dinilai melanggar hukum.
"Silakan ada sedikit, 3 menit ini, ada gambar-gambar pendukung," ujar Mahfud saat hendak menampilkan video FPI yang disiarkan secara virtual, Rabu (30/12).
Di video pertama tak terlihat jelas judul dan gambar yang ditampilkan. Namun, di video kedua, terlihat judul tertulis 'Video Dukungan FPI terhadap ISIS'. Di video itu, terlihat Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyebut apa yang dilakukan ISIS baik.
"Apa yang baik dari ISIS kita akui baik. Cita-cita mulianya untuk menegakkan syariat Islam hal yang baik. Cita-citanya untuk menegakkan khilafah islamiyah hal yang baik," ujar Rizieq dikutip dari video yang ditampilkan.
Di video ketiga, ditayangkan video dengan judul 'Video Anggota FPI yang Mendukung Baiat Massal ISIS di Makassar'. Dalam keterangannya, video itu merupakan kejadian pada 25 Januari 2015.
Di video keempat, Mahfud menayangkan video dengan judul 'Video Provokasi Pimpinan FPI pada Konflik Ambon-Poso'.
"Kita tantang mereka untuk perang melawan kita. Kau pakai parang, kita pakai parang. Kau pakai bedil kita juga pakai bedil," ujar Rizieq di dalam video yang ditayangkan.
"Kau pakai amunisi, kami juga punya amunisi. Tujuh hari tujuh malam perang di Kota Poso. Polisi lari, tentara lari, ribuan orang Kristen lari saudara. Mereka lari terbirit-birit ketakutan, teriak-teriak minta tolong," lanjutnya.
Video kelima, yang terakhir yakni berjudul 'Video anggota FPI-LPI pada Acara Milad DPC FPI-LPI Macam Proppo Latihan Gorok Leher'. Dalam video terlihat puluhan hingga ratusan jemaah duduk berbaris mengenakan pakaian serba putih.
