Mahfud: Saya Terima Banyak Laporan Ada Dugaan Kecurangan Pemilu Dilakukan Aparat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD menghadiri pelantikan Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD menghadiri pelantikan Amran Sulaiman menjadi Menteri Pertanian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/10/2023). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menko Polhukam Mahfud MD menggelar konferensi pers terkait situasi politik jelang Pilpres dan Pemilu 2024. Mahfud mengatakan, dirinya mendapat informasi ada dugaan kecurangan Pemilu.

Mirisnya, kecurangan itu diduga dilakukan oleh aparat yang harusnya netral yakni TNI-Polri.

"Sebagai Menko, hari-hari ini saya mendapatkan berbagai laporan tentang dugaan kecurangan dalam tahapan Pemilu. Tentu saudara-saudara juga membaca dan mendengar dugaan kecurangan dalam tahapan Pemilu," kata Mahfud dalam konpers, Senin (13/11).

"Bisa jadi dugaan kecurangan itu benar terjadi, tapi bisa juga hanya manipulasi informasi," tambah dia.

"Bila itu sungguh terjadi, mungkin saja itu dilakukan oleh aparat tapi mungkin juga dilakukan warga sipil biasa," tutur dia.

Prabowo Serahkan Bantuan 1.270 Unit Motor untuk TNI-Polri di Papua. Foto: Zamachsyari/kumparan

Mahfud membeberkan sejumlah dugaan kecurangan yang ia terima. Yakni pemasangan baliho hingga penurunan baliho parpol tertentu oleh aparat.

"Laporan yang saya terima antara lain ada dugaan pemasangan baliho parpol oleh oknum tertentu, sebaliknya juga dugaan penurunan baliho parpol tertentu yang diduga dilakukan aparat," kata dia.

Selain itu, Mahfud yang juga merupakan cawapres Ganjar mendapat laporan ada oknum polisi mendatangi kantor parpol hingga aktivis. Tujuannya, diduga mengintimidasi.

"Ada juga laporan sejumlah oknum polisi datangi kantor parpol tertentu yang diduga sebagai tindakan intimidasi, kemudian aktivis dan masyarakat sipil juga melaporkan dugaan intimidasi yang dilakukan aparat terhadap aktivis kebebasan berekspresi," ucap dia.

Polisi patroli di DPC PDIP Solo, Rabu (8/11/2023). Foto: kumparan

Lebih jauh, Mahfud mengatakan laporan ini tersebar dari berbagai daerah. Utama di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kejadian itu semua dilaporkan terjadi di Jakarta, Bali, Jatim, Jateng, dan Sumut, dan mungkin juga ada daerah lain yang belum sempat kita baca," tutur dia.