Mahfud Singgung Kasus Harvey Moeis: Politik Agak Reda, Korupsinya Nampak Lagi

4 April 2024 0:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Paslon nomor urut 03 Mahfud MD doostop usai sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Paslon nomor urut 03 Mahfud MD doostop usai sidang perdana perselisihan hasil Pemilu (PHPU) atau Pilpres 2024 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (27/3/2024). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Cawapres nomor urut 03, Mahfud MD, usai acara buka bersama MMD Initiative sempat menyinggung soal kasus korupsi di Indonesia. Ia menyebut setelah eskalasi politik mulai mereda, kasus-kasus korupsi mulai terlihat jadi sorotan lagi.
ADVERTISEMENT
Awalnya Mahfud menceritakan soal maraknya koruptor dan penjahat yang mencoba menggarong kekayaan negara dan sumber daya alam Indonesia. Di sisi lain, penegak hukum seperti Kejagung, KPK, dan Polri terasa kurang greget kinerjanya.
"Nah ini penegak hukum, Kejagung, KPK yang akhir-akhir ini terasa kurang greget, Polri, masyarakat sipil juga supaya mulai lagi memelototi korupsi-korupsi yang sekarang sudah mulai tampak lagi," kata Mahfud di Jakarta, Rabu (3/4).
"Karena politik sudah agak reda sedikit, lalu korupsinya mulai tampak lagi seperti yang terjadi pada HM (Harvey Moeis) itu ya dan jaringannya supaya diburu," lanjutnya.
Kejagung menetapkan Harvey Moeis sebagai tersangka kasus korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah tahun 2015-2023, Rabu (27/3/2024). Foto: Dok. Puspenkum Kejagung
Suami Sandra Dewi, Harvey Moeis, pada Rabu, 27 Maret 2024 lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT Timah. Dalam kasus ini, Kejagung juga menjerat Crazy Rich PIK, Helena Lim, sebagai tersangka sehari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Mahfud mengingatkan, ke depannya, masa depan negara sangat bergantung pada ketegasan masyarakat pada penegakan hukum. Selain itu di sisi yang lain, secara bersamaan, negara juga bergantung pada proses demokrasi yang berlangsung.
"Nah sekarang demokrasi kita sedang berproses, mari kita ikut proses-proses demokrasi ini yang sekarang sedang kita tata dan dinilai oleh MK. Biar itu berjalan, apa pun hasilnya nanti kita tunggu," ungkap Mahfud.
Ia berharap mulai saat ini, masyarakat mulai menumbuhkan kembali kesadaran untuk memerangi korupsi. Ia juga meminta masyarakat untuk membantu mengidentifikasi dan mengawasi pemberantasan kejahatan lainnya.
"Tetapi sekarang kita harus mulai sadarlah, memburu kembali para koruptor, mengidentifikasi. Karena sekarang sudah banyak lho. Dengan jaringan narkoba, korupsi, berbagai SDA, tambang dan sebagainya, itu supaya dipelototi kembali," tutupnya.
ADVERTISEMENT