Mahfud soal Tagar Kritik TNI-Polri: Pasti Ada, Masjid-Gereja Juga Ada Penjahat

30 Desember 2021 17:03 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD saat Tinjau Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya. Foto: Humas Kemenko Polhukam
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD saat Tinjau Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro Surabaya. Foto: Humas Kemenko Polhukam
ADVERTISEMENT
Satu per satu kasus pelanggaran hukum yang dilakukan anggota TNI dan Polri bermunculan di media sosial. Bahkan, karena sikap tak terpuji itu, muncul #PercumaLaporPolisi hingga #1hari1oknum.
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan pelanggaran tersebut merupakan hal yang memang sudah ada sejak dahulu. Tapi bukan berarti pelanggaran itu dibenarkan untuk terus dilakukan bahkan oleh orang yang berbeda.
“Pelanggaran hukum yang dilakukan oknum TNI-Polri itu sejak dulu biasa. Sama seperti di masyarakat juga ada penjahat, di masjid ada penjahat, di gereja ada penjahat,” kata Mahfud di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Kamis (30/12).
Anggota TNI dan Polri mengikuti apel gelar pasukan Operasi Lilin 2021 di lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (23/12/2021). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
Namun, Mahfud meminta masyarakat tak hanya memandang dari sisi negatif. Pelanggaran yang dilakukan segelintir anggota TNI dan Polri bukan berarti menunjukkan semua anggota seperti itu.
“Tapi bukan gejala umum dari TNI-Polri, pasti ada saja yang nakal,” ungkapnya.
Untuk itu, penting untuk menegakkan hukum kepada siapa pun yang melanggar. Sekali saja menggunakan kebijakan, bisa saja akan berganti seiring dengan pimpinan yang berganti.
ADVERTISEMENT
“Karena kalau hukum ditegakkan, tidak bisa diperdebatkan. Ini aturannya. Tapi kalau dengan kebijakan, nanti ganti orang, kebijakannya beda, kacau. Hukum ditegakkan,” pungkasnya.