Mahfud: Tak Ada Agenda Anies Harus Jadi Tersangka KPK, Itu Hoaks!
·waktu baca 2 menit

Menko Polhukam Mahfud MD membuka Town Hall Meeting Kemenko Polhukam di Grha Sabha, Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (8/3).
Dalam pidatonya, Mahfud sempat menyinggung banyaknya berita hoaks jelang Pemilu 2024.
Salah satu contoh hoaks yang disampaikan Mahfud adalah potongan judul berita "Resmi Menjadi Tersangka KPK Anies dan Novel Baswedan Ternyata Satu Komplotan".
Mahfud menjelaskan, berita ini adalah hoaks. Sampai saat ini Anies bukan tersangka KPK.
"Tidak ada, sampai hari ini Anies tidak jadi tersangka KPK. Dan kita tidak ada agenda harus tersangka," kata Mahfud.
"KPK gimana? KPK tidak juga sekarang. Memang kita ada rekomen dari BPK untuk didatangi kasus ini. Tapi enggak ada ke arah tersangka atau apa pun," lanjut dia
Eks Ketua MK ini mempersilakan pihak yang bertanya soal kasus ini untuk membuka Laporan Hasil Pemeriksaan BPK.
"Ada di situ bahwa dana pemerintah tidak boleh dikeluarkan untuk kegiatan olahraga swasta, itu bunyinya. Dan itu yang ditulis oleh BPK," katanya.
"Sekarang ini siapa pelakunya apakah gubernur? Apa DPR? Apa biro keuangan? Apa swasta atau apa? Nah itu posisinya. Nggak ada Anies tersangka, nggak ada. Saya pastikan nggak ada. Ini berita hoaks," pungkasnya.
Dugaan KPK Ingin Menjegal Anies
Beberapa waktu lalu, salah satu laporan kumparanPLUS 'Patgulipat Pilpres 2024' menuliskan soal adanya dugaan upaya menjegal Anies di Pilpres 2024. Salah satunya diduga dari sisi hukum dengan “menyandera” Anies lewat kasus Formula E. Saat ini, Anies sudah dideklarasikan sebagai calon presiden 2024 oleh Partai NasDem.
Laporan Koran Tempo pada 1 Oktober 2022 juga mengungkap adanya dugaan upaya Firli Bahuri memaksakan penanganan perkara naik ke tahap penyidikan dengan menjerat Anies sebagai tersangka.
Firli Bahuri disebut mendapat dukungan Wakil Ketua Alexander Marwata serta Deputi Penindakan dan Eksekusi Irjen Karyoto. Namun, mayoritas peserta ekspose disebut tetap tak sependapat, dan menyatakan bahwa kasus Formula E belum terdapat unsur pidana.
Hal ini yang kemudian disebut-sebut menjadi alasan NasDem mendeklarasikan Anies pada hari ini. Namun saat disinggung hal tersebut, Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyebut hari ini dipilih karena dinilai hari baik.
