Mahfud: TGIPF Cari Akar Masalah Tragedi Kanjuruhan, Bukan Teknis Penyelenggaraan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi terkini Stadion Kanjuruhan di pintu 13.
Kamis (6/10). Foto: Muthia/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi terkini Stadion Kanjuruhan di pintu 13. Kamis (6/10). Foto: Muthia/kumparan

Presiden Jokowi meminta seluruh pihak terkait bekerja cepat dalam menangani tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10) lalu.

Menkopolhukam Mahfud MD mengungkapkan, Presiden Jokowi meminta Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk segera menelaah apa saja yang dinilai belum maksimal dari stadion di Indonesia.

Bila sudah ditemukan permasalahannya, Jokowi menginstruksikan agar kekurangan itu diperbaiki supaya hal serupa tidak terulang lagi.

”Untuk masalah stadion, Presiden sudah meminta Menteri PUPR untuk segera meneliti dan memperbaiki semua stadion di Indonesia agar memenuhi standar yang diatur secara internasional maupun nasional,” ujar Mahfud kepada wartawan, Kamis (6/10).

Selain soal stadion, Mahfud mengatakan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) juga menemukan sejumlah faktor yang turut menjadi penyebab terjadinya kericuhan yang menyebabkan 131 orang meninggal dunia.

Seorang suporter Arema FC (Aremania) menaburkan bunga di depan pintu tribun 13 Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Selasa (4/10/2022). Foto: Ari Bowo Sucipto/ANTARA FOTO

”Banyak faktor. Pada temuan awal stadion termasuk faktor yang dicatat turut menjadi penyebab tragedi itu. Faktor-faktor lainnya adalah penyelenggara dan panitia pelaksananya, pengendalian keamanan, suporter, regulasi, dan lain-lain,” ucap Mahfud.

”Ini tragedi sepak bola terbesar pertama dalam 50 tahun terakhir dan terbesar kedua dalam jika dihitung dalam sejarah persepakbolaan dunia. Yang terbesar terjadi di Peru pada 1964 dengan korban 328 jiwa; yang kedua Indonesia pada 2022 dengan korban 131 jiwa; yang ketiga Ghana pada tahun 2001 dengan korban 126 jiwa,” lanjut dia.

video youtube embed

Tak berhenti sampai di situ, Mahfud menegaskan tim akan berupaya melakukan investigasi mendalam guna menemukan akar masalah dari berulangnya kericuhan dalam pertandingan sepak bola di Indonesia. Mahfud tak ingin lagi ada korban jiwa yang jatuh dalam setiap agenda sepak bola yang digelar.

”TGIPF akan mencari akar-akar masalahnya sebab tragedi sudah sering terjadi dan investigasi sudah selalu dilakukan, tapi tekanannya selalu lebih berkisar pada teknis penyelenggaraan. Sementara akar masalahnya tak tertangani,” kata Mahfud.

”Ini menjadi pukulan bagi kita karena bukan hanya menjadi masalah nasional, tapi juga menjadi sorotan dunia internasional,” pungkasnya.