Mahmoud Abbas Sebut Israel Lakukan Pembantaian Mengerikan usai Serang RS Gaza

19 Oktober 2023 3:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjukkan peta Palestina saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Shannon Stapleton
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjukkan peta Palestina saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat. Foto: REUTERS / Shannon Stapleton
ADVERTISEMENT
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan Israel melanggar semua batasan dengan menargetkan Rumah Sakit Arab al-Ahli di Gaza. Dia menyebut serangan yang menewaskan sedikitnya 500 orang itu sebagai 'pembantaian perang yang mengerikan' yang tidak dapat ditoleransi.
ADVERTISEMENT
Abbas mengatakan pada Rabu (18/10) pagi bahwa pembicaraan apa pun selain menghentikan perang tidak dapat diterima.
“Israel telah melewati semua batasan, kami tidak akan meninggalkan atau membiarkan siapa pun mengusir kami dari sana,” kata Abbas dikutip dari Aljazeera.
Otoritas kesehatan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas mengatakan serangan udara Israel menyebabkan ledakan pada Selasa (17/10) malam di RS tersebut.
Kondisi kehancura usai serangan yang menghantam Rumah Sakit Ahli Arabdi Kota Gaza, Rabu (18/10/2023). Foto: MAHMUD HAMS / AFP
Sementara militer Israel mengaitkannya insiden tersebut dengan kegagalan peluncuran roket oleh kelompok bersenjata Jihad Islam Palestina. Kelompok tersebut membantah tudingan itu.
Abbas berada di Yordania untuk pertemuan empat pihak dengan Presiden AS Joe Biden, Raja Yordania Abdullah II, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, namun mengundurkan diri setelah serangan terhadap rumah sakit tersebut.
ADVERTISEMENT
Belakangan, Yordania mengumumkan pembatalan pertemuan puncak dengan para pemimpin AS dan Mesir. Biden hanya mengunjungi Israel saja, dengan membawa dukungan terhadap mereka. Bahkan Biden mengeklaim serangan ke RS Gaza bukan dilakukan oleh Israel.
Indonesia Mengecam
Peserta memakai atribut Indonesia-Palestina saat mengikuti aksi bela Palestina di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/5). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
Pemerintah mengecam serangan di RS Al-Ahli dan menilainya telah melanggar hukum humaniter internasional.
"Indonesia mengutuk keras serangan Israel terhadap RS Al-Ahli Arab di Gaza yang menewaskan ratusan orang warga sipil," bunyi postingan Kementerian Luar Negeri RI di platform X, pada Rabu (18/10).
"Serangan tersebut jelas melanggar hukum humaniter internasional. Indonesia mendesak agar koridor aman bagi akses kemanusiaan segera dibuka," imbuhnya.
Kementerian Luar Negeri RI juga mendesak komunitas internasional, terutama Dewan Keamanan PBB, untuk segera mengambil langkah nyata menghentikan serangan dan kekerasan di Jalur Gaza.
ADVERTISEMENT
Selain Indonesia, serangan Israel di RS Al-Ahli Arab juga menuai kecaman dari beberapa negara lain, khususnya dari negara Arab.