Mahmoud Abbas Sebut Usulan Damai Trump Bikin Palestina seperti Keju Swiss

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/2). Foto: REUTERS / Shannon Stapleton
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/2). Foto: REUTERS / Shannon Stapleton

Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menolak "deal of century" yang diusulkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Deal of Century merupakan usulan Trump untuk mendamaikan Israel-Palestina. Usulan dikecam lantaran dianggap menguntungkan Israel dan merugikan Palestina.

Saat berada di DK PBB, Abbas menunjukkan kemarahannya atas usulan Trump. Ia menghina deal century Trump sembari membentangkan peta Palestina di masa depan. Pertemuan DK PB itu diprakarsai oleh Indonesia.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjukkan peta Palestina saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/2). Foto: REUTERS / Shannon Stapleton

Menurut Abbas apa yang dilakukan Trump membuat wilayah Palestina seperti keju Swiss, bolong-bolong. Abbas mengatakan, Trump membuat Palestina hanya seperti negara terfragmentasi lantaran mereka tak mempunyai kendali atas udara, laut, dan Yerusalem Timur.

"Ini negara yang mereka berikan kepada kami. Ini seperti keju Swiss, yang benar saja. Siapa yang bisa menerima negara seperti ini," kata Abbas kepada anggota DK PBB, seperti dikutip dari AFP.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menunjukkan peta Palestina saat pertemuan dengan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa (11/2). Foto: REUTERS / Shannon Stapleton

Abbas menegaskan, ke depannya Israel bakal menciptakan politik apartheid dan terus melakukan aneksasi di wilayah Palestina.

"Saya ingin berkata kepada Donald Trump bahwa rencana ini tidak akan menciptakan perdamaian dan keamanan malah membatalkan legitimasi internasional," kata Abbas.

"Bila kalian memaksakan perdamaian itu, maka ini tak akan bertahan lama. Perjanjian ini bukan kerja sama internasional. Proposal ini hanya ditujukan untuk satu negara ke negara lain," ucap Abbas.

Peta Israel-Palestina. Foto: Andri Firdiansyah Arifin/kumparan

"Deal of century" dikeluarkan Donald Trump pada 28 Januari 2020. Usulan tersebut disampaikan setelah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington.

Tidak ada perwakilan Palestina yang diundang Trump sebelum deal of century diumumkan. Dalam usulan tersebut Trump menegaskan "Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota yang tidak terpisahkan dari Israel."

Sementara Palestina juga akan mendapatkan ibukota, tapi di pinggiran timur Yerusalem, wilayah Abu Dis.