Mahyudin Minta Pengurus Golkar Tak Jadikan Novanto 'Kambing Hitam'

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahyudin setelah menjenguk Setya Novanto  (Foto: Aria Pradana/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mahyudin setelah menjenguk Setya Novanto (Foto: Aria Pradana/kumparan)

Dinamika politik di internal Partai Golkar memanas menyusul rekomendasi DPP agar Ketua Umum Setya Novanto mundur dari jabatannya. Buntutnya, saat ini ada dua kubu di Golkar yang pro dan kontra terhadap Novanto.

Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Golkar, Mahyudin, mengimbau agar kubu yang ingin Setya Novanto lengser dari jabatan Ketua Umum Golkar segera mengakhiri manuver politiknya. Sebab, Novanto telah memenangkan gugatan praperadilan atas KPK

"Imbauan saya hentikanlah manuver-manuver yang bisa menimbulkan perpecahan di dalam partai. Kita ikuti saja aturan partai yang berlaku, hormati AD/ART. Kemudian kita juga hormati ketum kita, jaga kesatuan dan persatuan di dalam partai," ujar Mahyudin ketika dihubungi, Senin (2/10).

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan kuliah umum. (Foto: Sigid Kurniawan/antara)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto menyampaikan kuliah umum. (Foto: Sigid Kurniawan/antara)

Ia meminta agar tidak ada lagi yang mencari kambing hitam atas merosotnya elektabilitas Partai. Sebaliknya, ia mempertanyakan pihak-pihak yang menghendaki Novanto lengser dari Ketum Golkar.

"Menurut saya kita enggak usah cari kambing hitam, partai itu kan kolektif. Ketika elektabilitas partai misalnya menurun, tanya saja ke masing-masing diri kita pengurus partai, apa yang kita lakukan. Jangan usah cari kambing hitam ini kesalahan ketum, diri kita juga kerja enggak?" tutur Mahyudin.

Tak hanya itu, Mahyudin menyarankan sebaiknya kubu yang menyalahkan Novanto sebagai penyebab turunnya citra partai untuk introspeksi diri. Saat ini, kata Mahyudin, bukan saatnya untuk saling menyalahkan, tetapi bersatu agar Partai Golkar mendapat kepercayaan publik kembali.

"Itu yang teriak-teriak menyalahkan itu apa kerjanya mereka, introspeksi dirilah. Ini tidak waktunya unuk saling menyalahkan," pungkasnya.