Majelis Rendah Jepang Kembali Tunjuk Sanae Takaichi sebagai PM

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang dan Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, memasang lencana yang menandai nama-nama kandidat yang memenangkan pemilihan majelis rendah di markas besar LDP pada hari Minggu, (8/2) di Tokyo. Foto: Keisuke Hosojima/Kyodo News via AP
zoom-in-whitePerbesar
Sanae Takaichi, Perdana Menteri Jepang dan Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, memasang lencana yang menandai nama-nama kandidat yang memenangkan pemilihan majelis rendah di markas besar LDP pada hari Minggu, (8/2) di Tokyo. Foto: Keisuke Hosojima/Kyodo News via AP

Majelis Rendah Jepang kembali menunjuk Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri pada Rabu (18/2). Penetapan tersebut diumumkan 10 hari setelah kemenangan mutlak partainya dalam pemilu.

Takaichi (64) pertama kali ditunjuk sebagai PM Jepang pada Oktober 2025. Ia kemudian berhasil memenangi dua pertiga kursi Majelis Rendah dalam pemilu pada 8 Februari 2026.

Perempuan pertama yang menjadi PM Jepang itu, setelah terpilih, berjanji akan meningkatkan pertahanan wilayah dan perairan negaranya. Janji tersebut disampaikan di tengah memburuknya hubungan Jepang dengan China.

Memburuknya hubungan dua negara Asia Timur itu bermula ketika Takaichi melontarkan komentar kontroversial soal Taiwan pada November lalu. Saat itu, Takaichi menyatakan Jepang akan ikut melakukan intervensi jika China menyerang Taiwan.

Komentar tersebut membuat China naik pitam. Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan berjanji akan merebutnya kembali di masa mendatang.

Selain soal pertahanan, pada saat yang sama Takaichi juga berjanji mendongkrak perekonomian Jepang yang sedang lesu, demikian dikutip dari AFP.

Setelah penetapan pada Rabu ini, Takaichi dijadwalkan menyampaikan pidato kebijakan pada Jumat (20/2). Sejumlah media melaporkan ia akan memaparkan perkembangan terkait kerangka strategis kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.