Makan Daging Bangkai Sapi, 1 Warga di Gunungkidul Positif Antraks

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SEBAGAI ILUSTRASI. Daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
SEBAGAI ILUSTRASI. Daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Seorang warga di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, positif antraks dan dirawat di rumah sakit lantaran telah memakan daging bangkai sapi.

"Jadi ini (yang dirawat) adalah orang, salah satu warga yang juga diperiksa (tes serologi)," kata Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty melalui Zoom, Kamis (6/7).

Dewi menjelaskan warga tersebut mengalami sejumlah gejala antraks.

"Kemudian ternyata beliau timbul gejala di kulit ada bengkak kemudian mual. Kita menjaga takutnya nanti berat, kita bawa ke rumah sakit," sambungnya.

Petugas mengambil sampel tanah di lokasi munculnya antraks di Semanu, Gunungkidul. Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Entromolog Kesehatan Dinkes DIY Rega Dharmawan mengatakan 87 warga yang suspek antraks di Semanu, Gunungkidul, akan kembali menjalani uji serologi pada Jumat (7/6).

Sebelumnya, pada tes serologi pertama beberapa waktu lalu, puluhan warga ini dinyatakan positif.

"Positif untuk antraks itu sebenarnya bisa dikatakan positif kalau dia dilakukan 2 kali pemeriksaan dan itu dua-duanya hasilnya sero positif," kata Rega, Kamis (6/7).

Dia menjelaskan tes serologi kedua menyatakan positif berarti ada kenaikan konsentrasi bakteri antraks pada pasien itu.

"Besok ini dilaksanakan yang kedua. Di Pedukuhan Jati. Yang sudah dites akan dites kembali. Tesnya menggunakan serum, diambil darah terus darahnya dibuat serum dikirim ke lab di Bogor," katanya.