Makin Panas, Kubu Suharso Gelar Rapat Harian Batalkan Mardiono Plt Ketum PPP

Suharso Monoarfa menolak diberhentikan sebagai Ketua Umum PPP dalam Mukernas yang dihadiri DPP dan DPW di Serang, Banten, pada Minggu (4/9). Posisi Suharso digantikan oleh Muhammad Mardiono yang dipilih lewat rapat harian DPP PPP.
Ketua DPP PPP kubu Suharso, Syaifullah Tamliha, menolak keputusan rapat harian yang mengangkat Mardiono sebagai Plt ketua umum menggantikan Suharso tersebut.
Tamliha menyebut, sebanyak 26 Pengurus Harian DPP PPP telah menggelar Rapat Pengurus Harian untuk membatalkan pengangkatan Muhammad Mardiono sebagai Plt ketum PPP dan memberhentikan Suharso Monoarfa dari ketum PPP.
"PH [Pengurus Harian] DPP PPP juga sudah rapat PH DPP PPP secara maraton kemarin yang dihadiri 26 PH dari 46 PH (tidak termasuk yang sedang sakit) dengan keputusan membatalkan pelaksanaan Rapat PH dan Mukernas yang tidak sesuai dengan aturan AD/ART PPP," kata Tamliha kepada kumparan, Kamis (8/9).
Lebih lanjut, Tamliha menuturkan, saat ini Suharso bersama timnya tengah menyiapkan berkas klarifikasi yang akan diajukan kepada Kemenkumham untuk menolak pengangkatan Muhammad Mardiono sebagai Plt Ketum PPP.
"Pak Suharso beserta tim hukum DPP telah menyiapkan klarifikasi kepada Menkumham tentang proses pelaksanaan ‘Rapat Pengurus Harian’ dan pelaksanaan ‘Mukernas’ yang tidak sesuai dengan aturan AD/ART PPP. Kami sedang menunggu waktu yang tepat agar semua fitnah dan makar bisa diketahui oleh publik dan kader PPP," lanjutnya.
Sementara itu, Mardiono mengatakan, berkas yang telah pihaknya serahkan kepada Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sudah sesuai dengan aturan main AD/ART partai.
"Insyaallah kesemuanya sudah lengkap memenuhi apa yang di atur dalam AD ART PPP sebagaimana yang dokumennya sudah di sampaikan ke Kemenkumham," tutur Mardiono saat dihubungi, Kamis (8/9).
Pemberhentian Suharso dari Ketua Umum PPP mendapat penolakan dari orang-orang yang disebutkan sebagai 'loyalis Suharso' dan meminta Suharso melawan keputusan tersebut.
Suharso menegaskan, PPP tidak ingin ada konflik lagi seperti terjadi pada Pemilu lalu yang menggerus suara partai. Dia mengajak para kader untuk bersatu menghadapi Pemilu 2024.
"Saya telah melakukan kalibrasi atas semua informasi yang disampaikan baik cerita-cerita itu sampai kepada saya dan saya beri kesempatan kepada mereka untuk bertabayun kepada saya," tuturnya Suharso dalam acara Workshop Nasional Anggota DPRD Fraksi PPP se-Indonesia bertajuk 'Merawat Persatuan dengan Pembangunan' di Jakarta pada Selasa (6/9).
