Makna Jokowi Pakai Baju Adat Bangka Belitung: Kerukunan dan Kedamaian
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan MPR tahun ini mengenakan baju adat Bangka Belitung. Sespri Presiden Jokowi, Anggit Noegroho, mengungkapkan dari tiga baju adat yang sudah diseleksi, Jokowi memilih baju adat Paksian dari Bangka Belitung untuk dipakai di Sidang Tahunan MPR hari ini.
"Baju ini terdiri dari jubah panjang sebatas betis, celana panjang, selempang dan kain tenan cual khas Bangka. Sedangkan untuk penutup kepala dipakaikan sungkon. Pada baju terdapat ornamen hiasan bermotif Pucuk Rebung," kata Anggit kepada wartawan, Selasa (16/8).
Anggit mengatakan sebetulnya warna asli baju adat tersebut berwarna merah. Namun karena perkembangan zaman, warna baju menyesuaikan dengan pemakainya.
"Baju adat ini diperoleh langsung dari perajin lokal di Bangka Belitung. Pihak Sespri menyampaikan ukuran baju dan celana Presiden, mereka yang menjahit dan menyiapkan baju beserta askesorisnya dalam waktu sekitar 3 hari. Setelah jadi, baju adat dibawa kurir dari Bangka Belitung menuju Jakarta," ungkapnya.
"Busana yang dikenakan Ibu Negara tidak disiapkan secara khusus oleh Sespri, namun disiapkan sendiri oleh Ibu Iriana. Dari mulai desain, pemilihan bahan, hingga menjadi baju siap pakai," lanjutnya.
Sementara alasan pemilihan baju adat Bangka Belitung, Anggit mengatakan Jokowi ingin menyampaikan pesan kerukunan. Apalagi dalam menyambut Pemilu Serentak 2024 yang tahapannya sudah berjalan.
"Pesan kerukunan, kedamaian, itu mungkin yang Presiden ingin sampaikan dengan baju adat Paksian dari Bangka Belitung, sehubungan dengan makin dekatnya pelaksanaan Pemilu dan Pilpres 2024. Itu disimbolkan dari motif baju Pucuk Rebung yang bermakna kerukunan dan warna hijau yang menyiratkan kesejukan dan ketenangan," ungkapnya lagi.
Sementara warna hijau selaras dengan fokus Jokowi yang ingin Indonesia bertransformas menuju ekonomi hijau, produk hijau, energi hijau, teknologi hijau, industri hijau yang saat ini telah menjadi tren global.
"Baju adat daerah mana yang akan dipakai untuk tanggal 17 Agustus? Kita lihat saja besok," pungkasnya.
