Maksud Arteria Protes Kajati Bicara Sunda: Jangan Sampai karena Sunda Empire
·waktu baca 2 menit

Anggota DPR RI F-PDIP Arteria Dahlan menjelaskan polemik soal dia memprotes Kajati bicara bahasa sunda di rapat resmi. Pernyataan yang disampaikan di rapat Komisi III itu menuai berbagai kritikan.
Arteria mengurai, bahasa Sunda yang disampaikan Kajati itu seolah mengesankan kedekatan Kajati dengan Jaksa Agung yang juga asal Sunda. Padahal, dia jadi Kajati harusnya karena kompetensi.
Dia ingin Institusi Kejaksaan punya komitmen kuat soal reformasi birokrasi hingga penyusunan promosi mutasi penempatan Jaksa Tinggi, Kejaksaan Negeri hingga Kepala Biro.
“Semuanya dilaksanakan dengan suatu merit sistem yang terukur jelas objektif transparan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Arteria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1)
“Nah, di saat kita sudah membuat yang bagus, ini ada gempuran yang namanya Sunda Empire,” tambah Arteria.
Sunda Empire tidak merujuk pada kasus Sunda Empire terdahulu, tapi sebagai istilah seolah kejaksaan menjadi kerajaan sunda.
Ditegaskan Arteria, sekalipun ada orang Sunda yang duduk sebagai Kajati, duduk sebagai Karo, sebagai Kajari, atau jabatan-jabatan strategis lainnya, bukan karena bersuku Sunda yang sama dengan Jaksa Agung, tetapi karena suatu mekanisme yang membuat ia terpilih.
“Mekanisme yang begitu objektif dan transparan, karena beliau-beliau itulah yang memang cukup capable punya kualitas punya kompetensi bukan karena sundanya,” tutur Arteria
Lebih lanjut, Arteria percaya diri jika ditanya ke Jaksa Agung ST Burhanuddin atau Institusi Kejaksaan akan mendukung pernyataannya. Pun, Arteria menekankan ia tidak melarang bahasa daerah, namun jangan mempertontonkannya.
“Kita tidak melarang itu, tapi mempertontonkan dengan secara sengaja sehingga jaksa-jaksa yang lain merasa 'oh kalau gitu nanti yang dikatakan Sunda Empire terbukti'. Itu yang membuat kita gerah,”
- Arteria.
“Enggak ada yang Sunda Empire di Kejaksaan, memang mereka terpilih orangnya bagus-bagus. Tapi jangan pula ada Jaksa yang coba-coba untuk memperlihatkan itu, enggak boleh, kasihan yang lain,” tandas beber legislator dapil Jatim ini.
