Mal di 4 Kota Boleh Buka, tapi Baru DKI Jakarta yang Penuhi Target Vaksinasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana mal Kuningan City saat pandemi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana mal Kuningan City saat pandemi. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM level 4. Khusus wilayah Jawa-Bali hingga 16 Agustus, sedangkan di luar Jawa Bali hingga 23 Agustus.

Salah satu pelonggaran aktivitas yang diatur terkait PPKM level 4 ialah dibukanya mal di 4 kota di Jawa. Yakni di wilayah Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

"Pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan secara gradual, untuk mal, pusat perbelanjaan dengan level 4 dengan memperhatikan implementasi prokes," kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (9/8).

Infografik Mal Boleh Buka di 4 Kota. Foto: Tim Kreatif kumparan

Di antara protokol yang perlu diperhatikan adalah maksimal kapasitas pengunjung 25 persen, penutupan bioskop dan playground, hingga pembatasan usia pengunjung. Tak kalah penting, syarat lainnya untuk masuk mal ialah pengunjung mesti sudah divaksin minimal 1 dosis.

Meski demikian, baru DKI Jakarta yang sudah 100 persen mencapai target warga divaksin dosis 1. Bahkan, menurut data Kemenkes 9 Agustus pukul 18.00 WIB, capaiannya sudah 104,1 persen atau melebihi target vaksinasi warga untuk menciptakan kekebalan kelompok.

embed from external kumparan

Sedangkan 3 kota lain, masih belum genap mencapai target setidaknya untuk dosis 1. Surabaya baru 72,52% (1,6 juta warga), Kota Semarang 65,2% (850.973 warga), dan Kota Bandung 49,22% (960.999 warga).

Adapun vaksinasi dosis 2 pada 4 kota yang malnya boleh dibuka saat PPKM masih belum ada yang mencapai 50 persen target. Masing-masing: DKI Jakarta 44,22%, Surabaya 42,55%, Kota Semarang 34,76%, dan Kota Bandung 27,48%.

Indikator Kematian dan Kasus Corona

Pelonggaran aktivitas di mal atau pusat perbelanjaan di 4 kota saat PPKM berlaku setelah Luhut mengeklaim ada penurunan kasus corona hasil dari penerapan PPKM level 4, 3, dan 2 pada 2-9 Agustus lalu.

"Hal ini dapat terlihat dari tren kasus dan dan perawatan rumah sakit di Jawa Bali yang sudah menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan," ucap Luhut.

Lantas bagaimana jika kita melihat data kasus aktif, kematian, dan kasus corona di 4 kota yang membolehkan pergi ke mal? Berikut data selengkapnya sekitar 3 bulan ke belakang pada 1 Mei-9 Agustus dari sumber resmi Kemenkes, Pemprov Jatim, Pemprov Jabar, dan Pemkot Semarang.

DKI Jakarta

embed from external kumparan
embed from external kumparan
embed from external kumparan

Surabaya

embed from external kumparan
embed from external kumparan
embed from external kumparan

Kota Semarang

embed from external kumparan
embed from external kumparan
embed from external kumparan

Kota Bandung

embed from external kumparan
embed from external kumparan
embed from external kumparan

Gambaran Umum

Kasus aktif, kematian, dan kasus corona sejak 1 Mei 2021 berangsur menanjak di DKI Jakarta, Surabaya, Kota Semarang, dan Kota Bandung. Ada pola yang sama di 4 kota yang kini membolehkan bepergian ke mal itu.

Secara umum kenaikan ketiga indikator corona di atas terjadi hingga mencapai puncak pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2021. Setelah mencapai puncak, kasusnya berangsur menurun hingga data teranyar pada 9 Agustus 2021.

Meski demikian, masyarakat mesti waspada akan potensi kenaikan kasus corona akibat pelonggaran aktivitas di 4 kota tersebut. Luhut pun memprediksi potensi tersebut lantaran ada kenaikan mobilitas masyarakat selepas 26 Juli dilihat dari naiknya indeks komposit.

"Hal ini tentunya akan kami pantau sampai minggu depan mengingat adanya jeda 14 hingga 21 hari dari perubahan indeks komposit terhadap penambahan kasus," kata Luhut.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: