Malam Merdeka Libatkan 3.000 Pelaku Kreatif, Ekraf Dorong Produk Lokal

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sambutan oleh Deputi Bidang Strategi dan Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie pada Konferensi Pers persiapan acara Malam Merdeka di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sambutan oleh Deputi Bidang Strategi dan Komunikasi Badan Komunikasi (Bakom) RI, Fahd Pahdepie pada Konferensi Pers persiapan acara Malam Merdeka di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) melibatkan sekitar 3.000 pelaku kreatif dalam karnaval kendaraan hias pada rangkaian Malam Merdeka memperingati HUT 81 Republik Indonesia, Senin (17/8). Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Ekraf juga mendorong penggunaan produk lokal sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

“Karnaval melibatkan 32 kendaraan hias hasil kreasi kementerian lembaga yang seperti tadi disampaikan dengan berbagai dekorasi kebudayaan, kreativitas, di situ dan juga menampilkan berbagai program pemerintah,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam konferensi pers di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin (17/8).

“Tak kurang dari 3.000 pelaku kreatif dari berbagai subsektor yang terlibat dalam menyukseskan karnaval pada hari ini,” tambahnya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.50 WIB. Berbagai kendaraan hias dengan beragam dekorasi kebudayaan, kreativitas, serta program pemerintah mewarnai karnaval.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengatakan, keterlibatan pelaku kreatif dalam karnaval juga diarahkan untuk mendorong penggunaan produk lokal. Menurut dia, pihaknya mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menggunakan produk lokal dalam kegiatan tersebut.

“Jadi nanti di karnaval kita mewajibkan untuk mengimbau ya untuk semuanya menggunakan produk lokal dari atas sampai bawah,” kata Irene.

Menurut Irene, dorongan terhadap produk lokal tidak hanya berlaku untuk produk fisik. Kementerian Ekraf juga memberikan ruang bagi intellectual property (IP) lokal dalam rangkaian kegiatan Malam Merdeka.

Irene mengatakan, sejak tahun sebelumnya Kementerian Ekraf telah menghadirkan IP lokal dalam rangkaian kegiatan kemerdekaan.

“Mulai dari tahun lalu juga kita sudah menyuguhkan IP-IP lokal di mana kita selalu mengatakan bukan hanya berbangga-bangga buatan lokal secara fisik tapi juga digital,” kata Irene.

Dia mengatakan, IP yang ditampilkan tidak hanya karya yang sudah dikenal luas, tetapi juga karya baru yang sedang berkembang.

“IP-IP lokal ini mungkin teman-teman ada yang sudah kenal, ada yang belum kenal, dan hari ini bisa berkenalan kembali. Ada yang lebih dihadirkan, ada yang cukup legend dari Bobo sampai ke yang baru-baru masuk,” ujarnya.

Irene menilai kehadiran IP lokal dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang bagi karya-karya Indonesia agar dapat berkembang bersama.

“Ini adalah satu bentuk di mana kita bukan hanya merangkul yang sudah sangat terkenal tapi juga yang baru juga di mana Indonesia Bhinneka Tunggal Ika ada baris sistem yang terjadi sama-sama kita naik bersama,” kata Irene.

Selain mendorong penggunaan produk lokal, keterlibatan ribuan pelaku kreatif dalam karnaval juga menunjukkan besarnya ekosistem ekonomi kreatif yang terlibat dalam penyelenggaraan Malam Merdeka.

Melalui keterlibatan pelaku kreatif dan penggunaan produk lokal tersebut, Kementerian Ekraf menjadikan rangkaian Malam Merdeka tidak hanya sebagai perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkenalkan dan mendorong karya kreatif Indonesia.