Malam Takbiran, Pria di Kediri Tewas Terkena Ledakan Petasan

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pria di Kediri ditemukan tewas terkena ledakan petasan. Foto: Rino Hayyu Setyo
zoom-in-whitePerbesar
Pria di Kediri ditemukan tewas terkena ledakan petasan. Foto: Rino Hayyu Setyo

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan ledakan petasan pada malam takbiran atau Rabu (12/5) malam.

Nahasnya, ledakan petasan tersebut menewaskan seorang pria bernama Muhammad Nadhif di lokasi kejadian.

Camat Pagu, Mohammad Imron, mengatakan korban tewas terkena ledakan petasan yang dibuatnya.

"Berdasarkan keterangan warga setempat, kejadian meledaknya petasan tersebut terjadi pada pukul 20.00 WIB. Saat itu pula, memang korban tengah membuat petasan," kata Imron kepada wartawan, Rabu (12/5).

Imron menyebut saat kejadian, korban ditemani kedua orang tuanya di rumah. Meski demikian kedua orang tua Nadhif tak menjadi korban lantaran berada di ruangan lain.

"Saat itu korban tengah membuat petasan yang berada di ruang tamu depan. Sedangkan kedua orang tuanya berada di ruang belakang. Perihal ini, membuat kedua orang tua selamat dari maut," kata Imron.

Camat Pagu, Mohammad Imron. Foto: Rino Hayyu Setyo

"Sedangkan Muhammad Nadhif meninggal di lokasi kejadian dengan sejumlah anggota tubuhnya terpotong terbagi menjadi tiga bagian akibat terkena ledakan petasan," lanjutnya.

Imron menyatakan berdasarkan keterangan kedua orang tua korban, Nadhif memang sering membuat petasan di momen lebaran tiba.

"Bukan untuk diperjualbelikan, melainkan dipergunakan sendiri untuk merayakan di momen lebaran," terangnya.

Sementara itu pihak kepolisian belum memberikan informasi detail mengenai kejadian tersebut.

Pria di Kediri ditemukan tewas terkena ledakan petasan. Foto: Rino Hayyu Setyo

Kasatreskrim Polres Kediri, Iptu Rizkika Atmadha, menyatakan pihaknya sedang mendalami kejadian ini. Menurutnya ini menjadi atensi karena sebelumnya Polres Kediri sudah memberikan imbauan kepada warga untuk tidak membuat petasan.

Sejauh ini, Rizkika menyebut korban diketahui sebagai produsen petasan. Sedangkan mengenai bahan membuat petasan, kata Rizkika, didapat korban dari beberapa tempat.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: