Malaysia dan Singapura Terserang Delta Plus, Begini Kondisinya

9 November 2021 18:27 WIB
·
waktu baca 2 menit
Seorang pekerja medis mengumpulkan sampel usap dari seorang wanita untuk diuji penyakit COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, (11/5). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pekerja medis mengumpulkan sampel usap dari seorang wanita untuk diuji penyakit COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia, (11/5). Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
ADVERTISEMENT
Varian corona Delta Plus A.Y.4.2 dilaporkan sudah mencapai negara tetangga dekat Indonesia, Malaysia dan Singapura.
ADVERTISEMENT
Pemerintah langsung waspada penuh atas laporan tersebut. Alasannya begitu jelas varian corona tersebut 15 persen lebih ganas dari varian sebelumnya. Sejumlah ilmuwan bahkan menyebut, A.Y.4.2 enam kali lebih menular dibanding varian Delta.
Merespons masuknya varian Delta Plus, Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Pandjaitan memastikan pemerintah akan sangat berhati-hati dalam mengantisipasi varian COVID-19 tersebut.
Infografik beda varian delta dan delta plus. Foto: Tim Kreatif kumparan
"Saya rasa ini penjelasan dari kami mudah-mudahan ini memberikan gambaran lebih utuh kepada masyarakat Indonesia untuk kita semua hati-hati menghadapi ini. Karena sudah dialami banyak negara lain," kata Luhut.
Komentar Luhut diperkuat dengan pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin. Dia menegaskan, bakal meningkatkan pengawasan.
"Varian A.Y.4.2 sudah sampai di Malaysia tapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang. Dan kita melakukan genome sequence antara 1.500 sampai 1.800 tes perbulan," kata Menkes Budi.
ADVERTISEMENT

Kondisi COVID-19 di Malaysia dan Singapura

Penumpang menggunakan masker saat tiba di Bandara di Singapura. Foto: Edgar Su/REUTERS
Kondisi pandemi COVID-19 di Malaysia, yang sudah varian Delta Plus sudah ditemukan, sangat dinamis.
Meski ada penurunan kasus, penambahan harian COVID-19 di Negeri Jiran sejak akhir Oktober masih di sekitar angka 4 ribu sampai 5 ribu kasus.
Menurut data Reuters, dalam 7 hari terakhir sampai 9 November 2021, per 100 ribu orang di Malaysia ada 108 kasus infeksi virus corona.
Robot otonom Xavier berpatroli di mal lingkungan untuk mendeteksi perilaku sosial warga dalam langkah-langkah keamanan COVID-19 di Singapura. Foto: Edgar Su/REUTERS
Positivity rate masih berada di angka 4.6 persen. Angka tersebut hanya sedikit di bawah standar WHO yaitu kurang dari lima persen. Jumlah tersebut pun jauh di bawah Indonesia yang positivity rate selama Oktober 2021 konsisten di bawah dua persen.
Sementara itu, di Singapura Kementerian Kesehatan setempat pada 29 Oktober 2021 mengumumkan soal penemuan kasus varian AY.4.2. Kasus itu dipastikan adalah penularan impor dan tidak terjadi di Singapura.
ADVERTISEMENT
Meski demikian, sepekan sepekan lalu Singapura mencatatkan rata penambahan kasus sebanyak 2800an per hari.
Rata-rata penambahan kasus sebanyak itu belum pernah terjadi sebelumnya di Negeri Singa. Oktober hingga awal November Singapura memasuki fase terburuk sepanjang pandemi COVID-19.
Saat ini Singapura masih menjadi negara paling terdampak COVID-19 di Asia Tenggara.