Malaysia Izinkan Kasus Positif COVID-19 Keluar Rumah untuk Ikut Pemilu

14 Oktober 2022 13:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cara berbagai negara hadapi pandemi corona Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Cara berbagai negara hadapi pandemi corona Foto: REUTERS
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seluruh penduduk Malaysia diperbolehkan keluar rumah untuk memberikan suara (voting) dalam pemilu mendatang, bahkan bagi mereka yang dinyatakan positif COVID-19. Kebijakan ini berlaku selama pasien tidak dalam kondisi kritis.
ADVERTISEMENT
Informasi itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Kesehatan Dr Noor Hisham Abdullah, pada Kamis (13/10).
Melansir dari kantor berita lokal Bernama, Kementerian Kesehatan Malaysia telah memberikan beberapa rekomendasi kepada Komisi Pemilihan Umum (EC) agar mengizinkan ditempatkannya antrean pemungutan suara khusus bagi pasien positif corona.
Noor juga menyarankan pasien yang positif tersebut untuk secara ketat mematuhi protokol kesehatan khusus yang akan segera diumumkan oleh EC.
“Akan ada antrean khusus untuk mereka [pasien positif corona], mereka tidak akan berbaur dengan yang lain,” ujar Noor kepada wartawan, seperti dikutip dari The Straits Times.
Suasana di depan Menara Kembar Petronas saat lockdown karena wabah COVID-19 di Kuala Lumpur, Malaysia Selasa (1/6). Foto: Lim Huey Teng/Reuters
“Penggunaan masker dan pelindung wajah juga penting, selain sanitasi. Namun, kami tidak menyarankan penggunaan alat pelindung diri,” imbuhnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Senin (10/10) pekan ini memutuskan untuk membubarkan parlemen di tengah desakan dari koalisi internalnya. Tujuannya, agar pemilu berikutnya dapat dilaksanakan lebih awal.
ADVERTISEMENT
Langkah ini diambil menyusul ketidakstabilan politik di negara itu yang telah berlangsung selama empat tahun terakhir.
Pemilu Malaysia semula dijadwalkan pada September 2023 mendatang. Namun, Ismail telah memperoleh tekanan semakin intens dari beberapa faksi koalisi yang berkuasa untuk mengadakan pemungutan suara lebih awal.
Meski demikian, EC hingga kini belum mengumumkan siapa saja nominasi kandidat calon pengganti Ismail, masa kampanye, hingga kapan pemungutan suara akan dimulai.
Namun, menurut laporan media lokal pemungutan suara diperkirakan dimulai pada pertengahan bulan November mendatang.