Malaysia Larang WNI Pemegang Permanent Residence Masuk ke Negaranya

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan Malaysia menggunakan 'thermal scanner' mendeteksi suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: AFP/MOHD RASFAN
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan Malaysia menggunakan 'thermal scanner' mendeteksi suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: AFP/MOHD RASFAN

Pemerintah Malaysia akan melarang pemegang visa jangka panjang dari Indonesia, India dan Filipina masuk ke negaranya. Kebijakan itu berlaku mulai 7 September.

Larangan diberlakukan menyusul kondisi pandemi virus corona yang sedang melanda negara-negara tersebut.

Mengutip Free Malaysia Today, Menteri Senior urusan Keamanan Ismail Sabri Yaakob mengatakan pembatasan berlaku permanent residents, pemegang kartu masuk Malaysia My Second Home (MM2H), ekspatriat, pemegang visa pasangan (spouse visa) dan pelajar/mahasiswa.

Ismail mengatakan meski Malaysia akan terus membatasi masuknya orang asing ke negara itu, namun ia lebih khawatir mengenai warga Malaysia yang kembali dari luar negeri.

"Kami sedang memantau situasi dan mungkin mengeluarkan pembatasan yang sama di negara-negara tersebut jika ada peningkatan kasus selama musim dingin," kata Ismail.

“Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah orang Malaysia di negara-negara itu yang akan pulang,” sebutnya.

“Kami tidak bisa menghentikan mereka untuk kembali karena bertentangan dengan Konstitusi. Saya juga percaya Undang-Undang Imigrasi juga tidak dapat mencegah warga negara kita untuk kembali, " lanjutnya.

Warga sedang istirahat di dekat restoran yang tutup di Malaysia, Rabu (18/3). Foto: AFP/GOH CHAI HIN

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan pada Senin (31/8) meskipun tingkat infeksi di Malaysia terkendali, namun ia tetap mengamati perkembangan infeksi corona di negara lain seperti India, Korea Selatan, Jepang, Spanyol dan Prancis di mana ada peningkatan kasus selama cuaca dingin.

Ia menekankan bahwa negara akan mengambil pendekatan holistik untuk masalah ini, kementerian kesehatan akan mengusulkan rencana untuk meminimalkan risiko infeksi asing dengan memulangkan warga Malaysia dari negara-negara tersebut.

Berdasarkan data Worldometers, Malaysia mencatat infeksi virus corona sebanyak 9.340 kasus dengan 127 kematian.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona