Malaysia Panggil Dubes Korut, Hubungan Dua Negara Kian Tegang

Pemerintah Malaysia hari ini memanggil Duta Besar Korea Utara Kang Chol terkait pernyataannya soal Pembunuhan Kim Jong Nam. Kematian kakak tiri Kim Jong Un itu tidak ayal membuat hubungan kedua negara tegang.
Menurut laporan Associated Press, Kang Chol dipanggil pagi ini ke kantor Kementerian Luar Negeri Malaysia di Putrajaya, Senin (20/2). Menurut pernyataan Kemlu Malaysia, pemanggilan Kang Chol terkait pernyataannya Jumat pekan lalu.
"Pemanggilan Duta Besar Korea Utara untuk meminta penjelasan soal tuduhannya terhadap pemerintah Malaysia," ujar pernyataan Kemlu Malaysia.
Pekan lalu Kang Chol mengeluarkan pernyataan yang keras setelah Malaysia menolak menyerahkan jasad Kim Jong Nam dan autopsi tetap dilakukan. Kasus pembunuhan Jong Nam ini juga menyeret warga negara Indonesia, Siti Aisyah.

Kang Chol mengatakan Malaysia mencoba menipu mereka. "Mereka menipu kami, mereka menutupi sesuatu, dan mereka bekerja sama dengan kekuatan luar yang ingin merusak citra republik [Korut]," kata Kang Chol saat itu.
Dia juga marah kepada Polis Diraja Malaysia yang tetap melakukan autopsi. Menurut Kang Chol, Kim Jong Nam meninggal karena serangan jantung, sehingga tidak perlu diautopsi.
"Kami akan merespon dengan keras tindakan Malaysia itu dan akan menggugat masalah ini ke pengadilan internasional," lanjut dia.
Tidak seperti negara lain di kawasan hubungan Malaysia dengan Korea Utara sebelumnya terbilang akur. Hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak tahun 1973.

Kedua negara memiliki perjanjian bebas visa. Tahun 2011, maskapai Korut, Air Koryo, memulai penerbangan langsung ke Malaysia.
Sehari sebelum Dubes Kang Chol mengeluarkan pernyataan kerasnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pembunuhan Kim Jong Nam tidak mempengaruhi hubungan kedua negara.
"Kami menjaga dan akan memperkuat hubungan dengan negara asing yang mendirikan kedutaan besar di sini," kata Zahid.
