Maluku Utara Diguncang Gempa Berkekuatan Besar Sejak 1979

15 November 2019 17:52 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi gempa Foto: kumparan/Nunki Pangaribuan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gempa Foto: kumparan/Nunki Pangaribuan
ADVERTISEMENT
Wilayah Maluku Utara beberapa kali dilanda gempa berkekuatan besar hingga 7 magnitudo sejak 1979. Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, wilayah itu terdapat sesar aktif, yakni sesar Sangihe dan Sesar Halmahera.
ADVERTISEMENT
“Jadi di lokasi gempa tadi memang sesar yang aktif. Ada dua sesar, satu sesar Sangihe dekat dengan Sulawesi dan sesar Halmahera dekat dengan Maluku Utara. Jadi memang sesar yang aktif banyak sekali gempa yang terjadi di situ,” kata Agus di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (15/11).
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Agus Wibowo. Foto: Andesta Herli Wijaya/kumparan
Agus mengatakan, beberapa gempa dengan magnitudo yang mirip pernah terjadi pada 2009 (7,1 M), 2007 (7,5 M), 2001 (7,0 M), 1989 (7,1 M), 1986 (7,5 M), dan 1979 (7,0 M).
“Di sekitarnya juga ada tahun 1986, magnitudo sebesar 7,5, kemudian tahun 2007 magnitudo sebesar 7,5, kemudian tahun 1979 magnitudo 7,0, tahun 2009 magnitudo 7,1. Memang banyak gempa-gempa yang cukup besar di situ yang sering terjadi karena bergerak terus,” tuturnya.
Sejumlah pasien dan keluarga berkumpul di area parkir rumah sakit Siloam saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara, Kamis (14/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Sebelum gempa 7,1 magnitudo pada Kamis (14/11) malam, gempa berkekuatan yang sama juga terjadi di perairan Maluku Utara pada 2014 silam.
ADVERTISEMENT
“Pada tahun 2014 terjadi dekat situ, gempanya juga 7,1. Sama-sama 7,1,” ungkap Agus.
Agus menjelaskan gempa pada 2019 dan 2014 tak hanya mirip dalam segi kekuatan dan lokasi gempa, tapi juga dampak yang ditimbulkannya.
Sejumlah pasien dan keluarga berkumpul di area parkir rumah sakit Siloam saat terjadi gempa di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (15/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho
Pada 2014, gempa di perairan Maluku Utara dilaporkan tidak menimbulkan kerusakan yang besar, kecuali beberapa bangunan mengalami rusak ringan.
“Sama, ini karena (pusat gempa) dalam juga, jadi sama, enggak terlalu besar juga (kerusakannya). Saya lihat data secara ya tidak terlalu parah juga (dampak gempa 2014),” pungkasnya.
Sejumlah bangunan rusak di Kota Ternate, usai dilanda gempa bumi. Foto: Dok. BNPB
Gempa 7,1 magnitudo pada Kamis malam berlokasi di titik koordinat 1.63 LU 126.39 BT atau 134 kilometer Barat Laut Jailolo, Maluku Utara. Sementara kedalaman gempa pada 73 kilometer.
Gempa ini terasa hingga Ternate, Minahasa, Manado, dan beberapa daerah di Sulawesi dan Maluku Utara lainnya. Gempa ini menimbulkan tsunami setinggi kurang dari 50 sentimeter di beberapa wilayah pantai.
ADVERTISEMENT