Mandat Joe Biden Buat Vaksinasi AS Naik 20%: Kasus dan Kematian Corona Menurun

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato tentang krisis di Afghanistan di Ruang Timur di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (16/8). Foto: Leah Millis/REUTERS

Cakupan vaksinasi COVID-19 di Amerika Serikat telah meningkat lebih dari 20% sejak Presiden Joe Biden menerapkan kebijakan wajib vaksin di sejumlah institusi. Menyusul hal ini, jumlah kasus konfirmasi dan kematian akibat COVID-19 di AS pun terpantau menurun.

Koordinator Respons COVID-19 Gedung Putih Jeff Zients mengatakan kepada wartawan bahwa 77% orang Amerika yang memenuhi syarat telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin. Lebih rinci, ia menerangkan cakupan vaksinasi naik berkat syarat wajib vaksin yang diberikan oleh bisnis swasta, sistem perawatan kesehatan, lembaga sosial, dan pemerintah negara bagian dan lokal.

“Sejak akhir Juli, ketika presiden pertama kali mengumumkan persyaratan vaksinasi dan meminta organisasi-organisasi untuk mengikuti jejaknya, jumlah orang Amerika yang memenuhi syarat yang tidak divaksinasi telah menurun sekitar sepertiga dari 97 juta menjadi 66 juta orang,” kata Zients, Rabu (13/10), dikutip dari Reuters.

Seorang dokter menyuntikkan vaksin corona kepada perawat di Rumah Sakit Universitas Louisville, Louisville, Kentucky, AS, Senin (14/12). Foto: Bryan Woolston/REUTERS

Pemerintahan Joe Biden telah berjuang untuk mengalahkan pandemi virus corona karena sebagian besar penduduk AS terus menolak divaksin.

Menyusul ini, Biden bulan lalu mengumumkan kebijakan yang mengharuskan sebagian besar petugas kesehatan dan pegawai federal untuk divaksinasi COVID-19, serta mendorong pengusaha besar agar pekerja mereka disuntik atau diuji setiap minggu. Tetapi aturan federal untuk memberlakukan mandat masih diformalkan, baru beberapa negara bagian dan pengusaha besar yang merealisasikan mandat vaksin tersebut.

Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Dr. Rochelle Walensky mengatakan rata-rata kasus COVID-19 dalam 7 hari terakhir turun 12% dari minggu sebelumnya. Sementara rata-rata 7 hari kasus kematian turun 5%.

Namun para pejabat memperingatkan bahwa capaian ini bukan alasan untuk lengah. Apalagi dengan adanya kemungkinan varian baru melebihi Delta, varian yang sangat menular yang telah menyebabkan malapetaka di seluruh dunia.

"Meskipun terjadi penurunan kasus baru-baru ini, sebagian besar komunitas di seluruh negeri masih mengalami penularan komunitas yang substansial hingga tingkat tinggi," kata Walensky.

"Kita benar-benar harus tetap fokus untuk terus mengendalikan COVID di seluruh negeri, terutama saat kita memasuki musim gugur dan musim dingin dengan menggunakan masker dan vaksinasi,” imbuh dia.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menerima vaksin dosis ketiga (Booster) menggunakan Pfizer di Gedung Putih, Washington, DC, Amerika Serikat. Foto: Kevin Lamarque/REUTERS

Hingga kini, lebih dari 700.000 orang telah meninggal di Amerika Serikat akibat COVID-19. Joe Biden masih menjadikan pengendalian pandemi sebagai prioritas demi pemulihan kesehatan, ekonomi dan politik.

Pekan lalu, Biden meminta lebih banyak bisnis untuk mewajibkan pekerja mereka divaksinasi. Gedung Putih melihat mandat seperti itu sebagai hal yang semakin penting untuk mengakhiri pandemi.

Tetapi upaya tersebut menghadapi perlawanan di beberapa negara bagian yang dipimpin oleh gubernur Partai Republik, terutama Florida dan Texas. Mereka berpendapat bahwa persyaratan ini merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pribadi.