Mantan Presiden Irak Jalal Tabani Meninggal Dunia

Mantan Presiden Irak sekaligus pemimpin Persatuan Patriotik Kurdistan (PUK) Jalal Talabani meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir dalam usia 83 tahun karena terserang stroke.
Dikutip dari Reuters, Rabu (4/10), Talabani meninggal pada Selasa (3/10) di Jerman. Dia memang kerap bertandang ke Jerman untuk menjalani perawatan medis.
Talabani merupakan pemimpin veteran perjuangan Kurdi dan demokrasi Irak selama lebih dari 50 tahun. Dia mengundurkan diri sebagai presiden Irak pada tahun 2014, setelah menjalani perawatan yang panjang karena stroke pada tahun 2012.
Talabani lahir dekat Erbil, yang sekarang menjadi tempat Kurdistan Regional (KRG) otonom di Irak utara, pada 12 November 1933. Dia adalah presiden Irak non-Arab pertama, yang terpilih pada tahun 2005, dua tahun setelah invasi pimpinan AS yang menggulingkan pemimpin diktator Saddam Hussein, seorang Arab Sunni.

Talabani dikenal sebagai pembawa perdamaian Irak. Ia memainkan peranan penting dalam penyatuan negara itu pada masa-masa setelah pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat menyerang Irak. Kondisi kesehatan serta lamanya ia tak muncul di publik menyebabkan pengaruhnya menurun.
Talabani beristrikan Hero Ibrahim Ahmed, yang merupakan putri Ibrahim Ahmed. Ibrahim Ahmed adalah seorang letnan di bawah pemimpin Kurdi Mullah Mustafa Barzani, yang merupakan ayah presiden wilayah Kurdi saat ini, Masoud Barzani. Putra bungsunya, Qubad, adalah wakil Perdana Menteri Pemerintah Wilayah Kurdistan di Erbil.
Talabani meninggal di tengah ketegangan tinggi antara pemerintah Baghdad dan wilayah semiotonomi Kurdistan setelah wilayah Kurdi melangsungkan jajak pendapat kontroversial soal kemerdekaan Kurdistan dan wilayah-wilayah sengketa, termasuk Kirkuk. Dia meninggal hanya berselang seminggu setelah jajak pendapat itu berlangsung.
