Mantan Presiden Tunisia Ben Ali Meninggal di Pengasingan

Mantan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali, diktator yang memimpin negara kecil di Afrika Utara selama 23 tahun sebelum akhirnya digulingkan, meninggal dunia di pengasingannya di Arab Saudi pada Kamis (19/9). Ben Ali, begitu sapaannya, meninggal pada usia 83 tahun.
Associated Press melansir, Jumat (20/9), sebelum meninggal Ben Ali sempat menjalani perawatan untuk kanker prostat di rumah sakit selama seminggu. Sesuai dengan keinginan terakhirnya, Ben Ali akan dimakamkan di Makkah, Arab Saudi.
Jauh sebelum mengasingkan diri ke Arab Saudi, Ben Ali memulai kariernya sebagai perwira tentara profesional. Pada 1985, pria yang lahir di dekat Sousse, Tunisia, ini, bertanggung jawab atas keamanan internal Tunisia sepanjang konfrontasi dengan Libya dan bertugas menumpas fundamentalis Islam.
Ben Ali sempat menjadi Perdana Menteri Tunisia pada 1987. Baru pada 1989, Ben Ali mengubah Tunisia menjadi negara dengan sistem pemerintahan presidensial dan dia menjadi presidennya.
Ben Ali berhasil memimpin Tunisia selama 23 tahun dan dianggap sukses memberikan stabilitas serta kemakmuran ekonomi. Akan tetapi, di masa akhir kekuasaannya Ben Ali dikritik habis-habisan karena menekan kebebasan politik dan menyuburkan korupsi.
Pada 2011, masyarakat Tunisia yang marah akhirnya memberontak disusul dengan protes jalanan secara massal. Mereka meminta agar Ben Ali keluar dari kantor dan berhenti dari jabatannya sebagai presiden.
Pada Juni 2011, Pengadilan di Tunisia menghukum Ben Ali in absentia dengan hukuman 35 tahun penjara karena menggelapkan uang rakyat. Pada 2012, Ben Ali juga dijatuhi hukuman seumur hidup atas pembunuhan demonstran dalam revolusi 2011.
Ben Ali diberhentikan pada 14 Januari 2011 dan akhirnya memutuskan untuk mengasingkan diri ke Arab Saudi. Dia pergi meninggalkan Tunisia bersama istri keduanya, Leila Trablesi, dan tiga anak mereka, serta tiga anak lainnya dari pernikahannya yang pertama.
Kejatuhan Ben Ali dikenal sebagai Arab Spring, yakni sebuah fenomena jatuhnya pemimpin diktator di Arab dari kekuasaan.
