News
·
26 Maret 2020 3:47

Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi, Positif Virus Corona

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi, Positif Virus Corona (473524)
Mantan Rektor UNHAS, Idrus Patarusi. Foto: Facebook/Idrus Patarusi
Daftar akademisi yang positif virus corona bertambah. Kali ini, Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Idrus A Paturusi, secara terbuka mengumumkan ia positif virus corona atau COVID-19.
ADVERTISEMENT
Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengapresiasi sikap Idrus yang terbuka dalam menyampaikan hal tersebut.
“Itu karena sensitivitas beliau yang tanggap bencana. Kita sangat hargai sekali," kata Prof Dwia dikutip dari Antara, Kamis (26/3).
"Prof Idrus ingin agar orang-orang yang pernah berinteraksi dengan dirinya dalam beberapa hari terakhir ini segera mawas diri, melakukan isolasi mandiri atau memeriksakan diri jika mengalami gejala klinis,” lanjutnya.
Ia menjelaskan, tertularnya Rektor Unhas periode 2006-2010 dan 2010-2014 itu merupakan peringatan bagi siapa saja bahwa semua berpotensi terpapar COVID-19.
Keterbukaan yang ditunjukkan Prof Idrus, kata dia, adalah langkah pencegahan aktif. Ini akan memicu kesadaran bersama untuk selalu berhati-hati.
Mantan Rektor Unhas, Prof Idrus Paturusi, Positif Virus Corona (473525)
Mantan Rektor UNHAS, Idrus Patarusi. Foto: Facebook/Idrus Patarusi
"Beliau merupakan motor penggerak Tim Satgas COVID-19 Unhas, yang intensif melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar RSPTN Unhas bisa turut serta dalam pemeriksaan virus,” katanya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Prof Idrus juga aktif menggalang dan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam gerakan mengatasi pandemi COVID-19, termasuk dengan Kodam XIV Hasanuddin, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, tokoh-tokoh masyarakat, dan pihak swasta.
“Kemarin beliau masih kontak saya, menyampaikan kesiapan Lab BSL-3 Rumah Sakit Unhas yang dipersiapkan untuk mendeteksi virus. Beliau menyampaikan apa-apa saja yang masih kurang di lab tersebut,” tutup Prof Dwia.