Marak Kasus Keracunan Massal MBG, SPPG Harus Dipimpin Chef dari BGN
·waktu baca 2 menit

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh atas peristiwa tersebut sekaligus menyiapkan langkah koreksi besar-besaran.
Salah satu kebijakan baru yang ditegaskan adalah kewajiban setiap dapur SPPG dipimpin oleh chef bersertifikasi dari BGN.
“Kami juga membuat aturan lagi bahwa ketentuan semua dapur SPPG harus dipimpin oleh chef yang bersertifikasi, satu pimpinan chef itu nanti merupakan wakil dari BGN, tapi pihak mitra juga harus menyiapkan chef sebagai pendamping untuk di dapur. Jadi nanti ada dua chef di dalam dapur itu. Satu chef dari mewakili BGN, satu chef dari mitra, dan semua harus bersertifikasi,” kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).
Nanik mengatakan, sebagian besar kasus keracunan makanan terjadi karena kelalaian pengelolaan dapur yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Seperti yang sering dan sudah saya kemukakan di berbagai media bahwa kejadian belakangan 80% adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun oleh tim kami sendiri dari dalam,” kata Nanik.
Ia pun tidak menampik bahwa BGN bertanggung jawab dalam kelemahan khususnya pada pengawasan internal.
“Tentu kesalahan yang tidak bisa kita menimpakan pada mereka tetapi kesalahan juga terbesar adalah pada kami, di mana kami berarti masih kurang lagi pengawasannya. Jadi ya sudahlah pokoknya kami mengaku salah,” lanjutnya.
Minta Maaf dan Bertanggung Jawab
Nanik menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan massal yang terjadi.
“Lalu yang paling penting dari hati saya yang terdalam, saya mohon maaf atas nama BGN, atas nama seluruh SPPG di Indonesia, saya mohon maaf. Saya seorang ibu. Melihat gambar-gambar di video, sedih hati saya,” ujarnya.
Ia menegaskan seluruh biaya perawatan korban ditanggung BGN.
“Tentu kami bertanggung jawab penuh atas semua kesalahan, baik bertanggung jawab hal yang sudah terjadi, pada seluruh biaya dari anak-anak dan juga kalau ada misalnya orang tuanya yang mungkin ikut makan, dan mengalami masalah kami bertanggung jawab penuh dan membiayai semuanya untuk atas apa yang terjadi,” ucap Nanik.
