Mardani: Jokowi Mesti Tegas Tolak Tunda Pemilu, Jangan Beri Tafsir Lain
·waktu baca 1 menit

Politikus PKS Mardani Ali Sera meminta Presiden Jokowi tegas menolak usul penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan PKB, PAN, dan Golkar. Menurutnya, sikap Jokowi masih bisa menimbulkan tafsir lain.
"Pernyataan [usul penundaan pemilu] itu bagian dari demokrasi tidak tepat. Kecuali ada gagasan amandemen UUD lebih dahulu," kata Mardani di Twitter, dikutip kumparan, Senin (7/3).
"Presiden mesti jelas dan tegas sikapnya, jangan memberi peluang tafsir lain," imbuhnya.
Mardani berpendapat, Jokowi seharusnya tegas mengingatkan bahwa usul penundaan pemilu melanggar konstitusi. Sehingga ia menyayangkan bahwa Jokowi berjanji akan taat konstitusi, namun membebaskan siapa pun mengusulkan penundaan Pemilu 2024.
"Konstitusi tegas pemilu lima tahun sekali. Jadi mestinya Presiden mengingatkan yang ingin penundaan atau perpanjangan. Karena bertentangan dengan konstitusi," pungkasnya.
Wacana penundaan pemilu masih bergulir di publik usai diusulkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) diikuti Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). Sementara itu, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto memberi sinyal akan mendukung perpanjangan jabatan Jokowi.
Di sisi lain, PDIP, Gerindra hingga NasDem tegas menolak usulan tersebut. Wacana ini pun menuai kecaman dari pakar hukum tata negara, pengamat, hingga cendekiawan.
