Mardani Klaim Unggahan #2019GantiPresiden di Medsos Capai 560 Juta

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengklaim gerakan #2019GantiPresiden menuai respons positif di media sosial. Menurut Mardani, yang juga merupakan penggagas gerakan tersebut, tingginya dukungan gerakan #2019GantiPresiden karena masyarakat mendambakan pemimpin yang lebih baik di 2019.
"Hastag kami lebih kuat hampir 6 kali lipat ketimbang 2019 tetap Jokowi. Dan ini dari bulan Maret dicapture sampai Juli jumlah (dukungan) mencapai 560 juta. Sedangkan timnya Pak Jokowi cuma 112 juta. Kami melihat keinginan masyarakat 2019 ganti presiden luar biasa," kata Mardani di Restoran Madame Delima, Jakarta, Selasa (7/8).
Bahkan, lanjut Mardani, gerakan #2019 semakin dikenal di tengah-tengah masyarakat. Hal ini berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait Pilpres 2019 menyebut gerakan #2019GantiPresiden makin populer dan disukai masyarakat.
''Kalau kita pakai datanya LSI naik dari tadinya di 40-an persen, sekarang 54 persen. Menurut kami pakai data apa pun kalau diagregatkan memang perbincangan #2019gantipresiden masih hot," terangnya.
Sementara, Mardani menampik gerakan ini sebagai gerakan politik. Pasalnya, dalam gerakan ini tidak ada nama capres atau cawapres yang disebut. Ia menilai gerakan #2019GantiPresiden adalah suara rakyat yang harus didengungkan dan didengar.
"Kami sangat sadar gerakan ini lebih kepada social movement bukan gerakan politik. Oleh karena itu ketika ditanya siapa calon presiden dan cawapres dari #2019GantiPresiden itu bukan domain kami, domain kami mengarahkan publik untuk memiliki pemimpin yang baik tapi kami punya seruan moral," pungkasnya.
