Mari Wujudkan Rumah Pendidikan untuk Anak Disabilitas Ganda

Apapun kondisinya, setiap anak memiliki hak hidup yang sama, termasuk pendidikan dan kesehatan. Sayangnya masih banyak anak penyandang disabilitas di Indonesia yang tidak mendapat hak tersebut, bahkan ditelantarkan oleh keluarga mereka.
Di Yayasan Sayap Ibu Banten (YSIB) saja, saat ini terhitung ada 480 anak disabilitas yang dibina. Tak sedikit dari mereka yang ditemukan sebatang kara dan dalam kondisi telantar.
Annisa (7) misalnya. Dia ditemukan oleh Dinas Sosial di salah satu terminal di Bandung dalam kondisi telantar. Annisa yang mengalami Cerebral Palsy lantas direkomendasikan untuk dirawat YSI-Banten. Dalam kondisi terbatas, Annisa masih punya mimpi dan semangat hidup tinggi. Dia ingin bisa berjalan dan bersekolah seperti anak-anak lainnya.
Melihat tingginya semangat itu, YSI-Banten terus melatih, merawat, dan mendidik Annisa. Hingga akhirnya satu mimpi gadis kecil itu terwujud, yakni sekolah. Dia diterima di sekolah formal, SD Harapan Bunda Bintaro.
Mimpi Annisa lainnya sudah di depan mata. Menurut terapis yang merawatnya, dalam 6 bulan ke depan kemungkinan besar Annisa mampu berjalan dan beraktivitas seperti anak lainnya.
Kisah berbeda dialami anggota binaan YSI-Banten lain, Yusuf (16) alias Ucup. Ucup yang juga menderita Celebral Palsy ditemukan di kuburan dalam kondisi memprihatinkan dan tubuhnya dikerubuti semut. Ucup tidak dapat bersekolah di sekolah formal atau di SLB karena kondisinya yang komplikasi.
Kemampuan Ucup berbicara dan menggerakkan tangannya tidak sebaik Annisa. Oleh karena itu Ucup dididik di Sekolah Luar Biasa Ganda (SLBG) YSI-Banten. Perlahan-lahan, kemampuan Ucup meningkat luar biasa.
Daya ingatnya baik dan mampu mengoperasikan komputer serta ponsel walaupun sulit untuk menggerakkan tangan. Ucup juga mampu mengoperasikan aplikasi pulsa sehingga saat ini dia dapat menghasilkan uang dari hasil berjualan pulsa. Dia juga suka bermain musik lewat aplikasi di smartphone.
Melihat kondisi inilah YSI-Banten yakin tidak ada anak yang tidak dapat dilatih dan berkembang selama dia fokus, difasilitasi, dan didukung penuh oleh lingkungan sekitar. Sayangnya, dari 480 target anak disabilitas binaan YSI-Banten, baru 22 anak yang dapat bersekolah di SLBG YSI-Banten. Sebab fasilitas di sekolah tersebut belum mencukupi untuk semua anak binaannya.
Oleh karena itu YSI-Banten mengajak masyarakat patungan membangun Rumah Pendidikan Disabilitas Ganda dengan membuka donasi di platform Kitabisa. Rumah Pendidikan ini diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih baik dan mewujudkan mimpi anak-anak disabilitas ganda untuk bersekolah.
Bagi Anda yang tergerak untuk berdonasi, dapat menyalurkannya dalam tautan berikut:
