Mariupol, Kota Besar Ukraina Pertama yang Direbut Rusia
·waktu baca 2 menit

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan angkatan Bersenjata Rusia telah merebut kota pelabuhan Mariupol, Kamis (21/4). Sejauh ini, Mariupol merupakan kota besar Ukraina pertama yang jatuh ke tangan Rusia.
"Angkatan Bersenjata Rusia dan pasukan Republik Rakyat Donetsk telah membebaskan Mariupol," kata Shoigu, dikutip dari TASS.
Mariupol, yang merupakan bagian dari kawasan industri di Ukraina timur yang dikenal sebagai Donbas, telah menjadi salah satu target utama Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu. Penaklukan Mariupol akan memungkinkan pembentukan koridor darat dari perbatasan Rusia ke Semenanjung Krimea yang dianeksasi Moskow pada 2014.
Kabarnya setelah Rusia mengambil alih kota, pasukan yang bertempur di Mariupol akan dipindahkan ke Donbas, yang saat ini menjadi fokus utama Rusia dalam perang.
Mariupol merupakan kota terbesar ke-10 di Ukraina dan memiliki populasi kedua terbanyak di area Donbas dengan lebih dari 450 ribu jiwa. Jatuhnya Mariupol juga akan membuat Ukraina kehilangan pelabuhan utama dan aset industri berharga.
Kota pelabuhan di Laut Hitam ini telah diluluhlantakkan oleh serangan Rusia yang hampir tak ada hentinya sejak awal invasi. Selama hampir dua bulan, ratusan ribu warga terperangkap dalam kepungan Rusia bersama pasukan Ukraina yang jumlahnya kian menipis setiap hari.
Selain Mariupol, tentara Kremlin telah dengan gencar menargetkan Kharkiv, Kiev, Chernihiv, dan Melitopol. Pada kota-kota ini, serangan udara Rusia menyerupai hujan badai yang menewaskan banyak warga sipil.
Diperkirakan setidaknya 20 ribu warga sipil yang tewas di Mariupol. Sementara sekitar 1000 warga sipil lainnya masih bertahan bersama sisa-sisa tentara Ukraina di kompleks industri pabrik baja Azovstal.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah membatalkan perintahnya untuk menyerbu pabrik itu demi melindungi nyawa tentara-tentara Rusia. Putin justru memerintahkan blokade ketat di sekeliling kompleks Azovstal yang sekarang menjadi benteng pertahanan Ukraina terakhir di Mariupol.
"Kita tidak perlu merangkak di bawah tanah melalui fasilitas industri ini. Blokir kawasan industri ini sehingga bahkan seekor lalat pun tidak bisa masuk," kata Putin.
Putin juga telah meminta tentara yang masih bertahan di dalam Azovstal untuk menyerah kepada Rusia. Ia memastikan bahwa mereka akan diperlakukan dengan hormat dan diberi bantuan medis.
Ditulis oleh: Airin Sukono
