Mark Rutte Akan Tinggalkan Politik, Tak Mau Lagi Jadi PM Belanda
·waktu baca 1 menit

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte tidak akan kembali mencalonkan pada periode kelima. Pemilu Belanda akan digelar November mendatang.
Rutte pada Jumat (7/7) mengajukan pengunduran diri seluruh kabinetnya. Itu diambil setelah parlemen gagal mencapai kata sepakat terkait kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
Kegagalan itu berbuntut panjang. Pemerintahan Belanda pimpinan Rutte runtuh dan pemilu dipercepat ke akhir tahun ini.
"Beberapa hari terakhir banyak spekulasi mengenai apa yang memotivasi saya. Satu-satunya jawaban adalah Belanda," ucap Rutte sebelum memulai pertemuan di parlemen pada Senin (10/7) seperti dikutip dari Reuters.
"Kemarin pagi saya ambil keputusan untuk tidak akan bersedia untuk menjadi pemimpin partai VVD. Saat kabinet baru terbentuk setelah pemilu, saya akan meninggalkan politik," sambung Rutte.
Keputusan Rutte menandai akhir dari karier panjangnya sebagai PM Belanda. Dia kepala pemerintahan terlama dalam sejarah Belanda.
Rutte menduduki jabatan tersebut sejak Oktober 2010 lalu.
Saat ini Rutte masih akan memimpin Belanda dalam kapasitas sebagai PM sementara, sampai pemilu digelar.
