Ma’ruf Amin Bicara Khilafah Tertolak di RI: NKRI Harga Mati

22 Oktober 2022 12:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: KIP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: KIP
ADVERTISEMENT
Wapres Ma'ruf Amin membahas mengenai penolakan khilafah di Indonesia. Menurutnya, khilafah tak sesuai dengan kesepakatan di Indonesia dalam menjalankan kenegaraan, yakni NKRI, UUD 1945, dan Pancasila.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan tersebut, kata dia, harus terus dipegang teguh masyarakat, khususnya kalangan santri.
"Orang Islam itu harus berpegang pada perjanjiannya, pada kesepakatannya, NKRI dan Dasar (UUD) 1945, Pancasila itu adalah termasuk kesepakatan nasional yang harus dipertahankan. Karena itu maka santri akan menolak upaya untuk mengganti NKRI dengan bentuk lain, walaupun Islam," ujar Ma'ruf dalam acara penyerahan beasiswa santri Baznas di Istana Wapres, Jakarta, Sabtu (22/10).
Presiden Jokowi (kanan) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Hari Santri 2021 di Istana Negara, Jakarta. Foto: Dok. Biro Pers
Meski demikian, Ma'ruf menyebut memang ada negara-negara yang berpegang teguh pada syariat Islam dalam menjalankan kenegaraan, seperti Arab Saudi, Pakistan, hingga Iran.
"Misalnya khilafah, khilafah itu islami apa? Islami. Dulu pernah ada khilafah itu, kerajaan juga islami. Dulu ada dan sekarang masih ada, Saudi Arabia dibenarkan oleh ulama, Uni Emirat Arab juga dibenarkan. Republik juga islami, Republik Islam Pakistan, Republik Mesir, Republik Iran," paparnya.
ADVERTISEMENT
Sementara di Indonesia, kata Ma'ruf, khilafah sebenarnya memang tertolak untuk diterapkan. Artinya sudah tidak bisa sama sekali diterapkan, karena kata Ma'ruf, menyalahi kesepakatan soal NKRI.
"Pertanyaannya kenapa katanya kalau islami khilafah ditolak di Indonesia? Saya bilang, bukan ditolak, tertolak. Kalau ditolak itu bisa masuk tapi ditolak. Kalau tertolak ya memang sudah tidak bisa, sama sekali tidak ada pintu, kenapa? Karena itu termasuk menyalahi kesepakatan dan itu buat kita adalah sesuatu yang tidak boleh kita lakukan," jelasnya.
"Itulah mengapa kita katakan NKRI harga mati karena kita menjaga kesepakatan nasional," sambungnya.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Upacara Penetapan Komponen Cadangan TA 2022 Pusdiklatpassus, Batujajar, Jawa Barat, Kamis (8/9/2022) Foto: Dok. BPMI
Ma'ruf lantas menjelaskan soal umat Muslim yang harus menjaga kesepakatan bersama, termasuk kesepakatan menjaga NKRI. Hal ini, kata dia, sudah menjadi perintah Allah SWT.
ADVERTISEMENT
"Oleh karena itu saya menyebut Indonesia ini sebagai negara kesepakatan yang harus kita pertahankan, itu semangat NKRI dan kita juga sebagai santri punya semangat membangun atas dasar saya nyebutnya adalah semangat membangun bumi. Karena apa? Karena Allah memerintahkan kepada kita, Dia yang berikan kamu dari tanah (bumi) dan memerintahkan kamu untuk memakmurkan bumi yaitu untuk memberi tanggung jawab kepada kamu memakmurkan bumi," pungkasnya.