Ma'ruf Amin dan Dubes Spanyol Nyatakan Dukungan Terkait Kedaulatan Kedua Negara

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin terima kunjungan Duta Besar Kerajaan Spanyol untuk Indonesia, Francisco Aguilera Aranda. Foto: KIP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin terima kunjungan Duta Besar Kerajaan Spanyol untuk Indonesia, Francisco Aguilera Aranda. Foto: KIP

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menerima audiensi Dubes Kerajaan Spanyol untuk Indonesia, Francisco Aguilera Aranda, di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (18/4) kemarin. Dalam pertemuan itu, Ma'ruf mengapresiasi dukungan pemerintah Spanyol atas kedaulatan Indonesia.

Terlebih sebagai negara kepulauan dengan berbagai keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki, membuat Indonesia rentan dengan berbagai bentuk ancaman konflik dan separatisme. Untuk itu, ia menilai dukungan negara-negara sahabat atas kedaulatan Indonesia penting untuk menguatkan integritas teritorialnya.

"Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen pemerintah Spanyol untuk terus mendukung kedaulatan Indonesia," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Selasa (19/4).

Ma'ruf menuturkan, sudah semestinya Spanyol dan Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk menegakkan integritas teritorial masing-masing negara. Sebab tidak hanya Indonesia, Spanyol pun memiliki tantangan yang sama terkait gerakan separatis yang mungkin dapat mengancam keutuhan negara.

"Upaya-upaya separatisme merupakan ancaman terhadap keamanan sehingga perlu diwaspadai," ucap Ma'ruf.

Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin terima kunjungan Duta Besar Kerajaan Spanyol untuk Indonesia, Francisco Aguilera Aranda. Foto: KIP

"Saya apresiasi kerja sama kedua negara untuk memperkuat kedaulatan dan integritas wilayah negara masing-masing," lanjutnya.

Pada kesempatan itu juga, Ma'ruf berharap agar pemerintah Spanyol mendukung keberhasilan Presidensi G20 Indonesia. Terutama dalam urusan untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi global saat ini.

"[Dalam G20] Indonesia terus mendorong terciptanya perdamaian dan memahami pentingnya untuk menghentikan peperangan di Ukraina. Indonesia juga tidak akan menyia-nyiakan harapan masyarakat di negara berkembang terhadap upaya konkrit G20 untuk mengatasi dampak ekonomi pasca pandemi," ungkapnya.

Tak hanya itu, Ma'ruf juga mendorong peningkatan kerja sama Indonesia-Spanyol di bidang keagamaan, budaya, dan pendidikan untuk dapat lebih merekatkan rasa saling pengertian antar masyarakat kedua negara.

"Kita juga perlu bekerja sama untuk memperkuat saling pengertian antar negara dan masyarakat, termasuk perkuat dialog antaragama, antarbudaya, dan kerja sama pendidikan," kata Ma'ruf.

"Pendidikan generasi muda menjadi prioritas dan saya harapkan kerja sama dapat ditingkatkan," pungkasnya.

kumparan post embed

Menanggapi Ma'ruf, Dubes Aguilera menyatakan bahwa Spanyol adalah tamu permanen dalam perhelatan G20. Sehingga menurutnya sangat penting untuk bekerja sama dengan Indonesia.

"Salah satu aspek yang dapat kami garisbawahi yaitu mengenai perspektif kehormatan terhadap kedaulatan," ujar Aguilera.

Ia pun memastikan Spanyol juga akan mendukung kedaulatan Indonesia sebagaimana Indonesia juga telah mendukung kedaulatan Spanyol.

"Untuk mendukung kedaulatan tersebut, kami juga menghormati prinsip-prinsip dan norma peraturan internasional khususnya terkait konvensi laut," tegasnya.

Khusus dialog antar agama, Dubes Aguilera meyakini Indonesia dan Spanyol memiliki suatu mekanisme yang sama terutama dalam mendukung dan mempromosikan kehidupan beragama yang harmonis.

"Spanyol sebenarnya ingin menyelenggarakan dialog antaragama tetapi tertunda karena pandemi COVID-19. Maka kami berharap dalam waktu dekat dapat terselenggara," kata Aguilera.

Terakhir, Aguilera turut mengapresiasi kinerja pemerintah Indonesia yang menurutnya berhasil menangani pandemi dengan baik, dengan salah satunya melalui kebijakan vaksinasi. Ia menganggap hal tersebut jelas dapat menjadi contoh baik bagi negara lain dalam menangani pandemi ke depan.

"Pengalaman besar tersebut dapat menjadi rujukan dunia," pungkasnya.