kumparan
search-gray
News23 Februari 2020 20:41

Ma'ruf Amin hingga Cak Imin Hadiri Syukuran Harlah Ikatan Pelajar NU ke-66

Konten Redaksi kumparan
PTR-Ma'ruf Amin
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (5/2). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara istighosah dan malam tasyakuran Harlah ke-66 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), di Gor Sumantri, Kuningan, Jakarta Selatan. IPNU sendiri didirikan pada 24 Februari 1954 di Semarang, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
Ma'ruf Amin tiba di Lokasi pukul 19.30 WIB dengan didampingi Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Wakil Ketua MPR Arsul Sani, Ketua PBNU Robikin Emhas, Ketua DPP PKB Syauqi Ma'ruf Amin.
Mereka merupakan alumni IPNU. Selain itu Wakil Menteri agama Zainut Tauhid dan alim ulama Nahdlatul Ulama hadir dalam acara ini.
Robikin Emhas yang mewakili Ketum PBNU, memberi sambutan. Dia menjabarkan beberapa amanat NU salah satunya dalam bidang Pendidikan.
"Mandat Nahdlatul Ulama agama adalah mandat di bidang pendidikan. Yang kedua, tanggungjawab yang dipikul oleh seluruh kader NU mandat di bidang kebangsaan dan kenegaraan," kata Robikin di Lokasi, Minggu (23/2)
Ma'ruf Amin di Harlah ke-66 IPNU
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di acara Harlah ke-66 Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Sementara berkaitan dengan mandat keagamaan Robikin menjelaskan setiap kader NU harus mensyiarkan Islam ahli sunnah wal jama'ah.
ADVERTISEMENT
"Mandat di bidang keagamaannya adalah mengamalkan mempraktikkan, mendakwahkan, mensyiarkan, Islam ala ahli sunnah wal jamaah sebagaimana ditauladankan oleh Nabi Muhammad SAW," ucap Robikin.
Ciri utamanya, kata Robikin adalah mensyiarkan Islam yang moderat, Islam yang modern, yang maju dan beradab. Lalu Islam yang ramah.
"Bukan Islam yang marah tapi Islam yang ramah. Agama yang mengemban kemanusiaan, yang mengemban misi keharmonisan umat beragama yang beragam dan plural," jelas dia.
Ma'ruf Amin
Ma'ruf Amin menjenguk Menkopolhukam Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
"Kalau ada orang menggunakan agama, apapun agamanya mau Islam mau Katolik mau Protestan mau Konghucu, tetapi digunakan untuk menyebar kebencian, merusak harmoni sosial maka kita pastikan itu bukan ajaran agama," tambahnya.
Dalam acara itu selain dihadiri ratusan kader IPNU hadir. Hadir juga Menpora Zainuddin Amali, anggota Wantimpres Mardiono, dan tokoh-tokoh nasional lainnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white