Ma'ruf Amin Jadi Ketua Dewan Penasihat ICMI

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie meminta Wakil Presiden Ma'ruf Amin menjabat Ketua Dewan Penasihat ICMI.
Posisi ketua dewan penasihat ICMI sebelumnya diisi oleh Wapres ke-10 Jusuf Kalla. Namun, Jusuf Kalla diminta mengisi posisi ketua dewan kehormatan yang sudah lama kosong sejak Presiden ke-3 RI BJ Habibie wafat.
"(Pak JK) kemarin ketemu saya, dalam pembicaraan kemarin membicarakan ketua dewan kehormatan. Bagaimana pak, kalau dewan kehormatan mesti kita isi, bagaimana kalau bapak? (JK bilang) siap," kata Jimly di pembukaan Silaknas ICMI di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Jumat (6/12).
Bergesernya Jusuf Kalla menjadi Ketua Dewan Kehormatan ICMI membuat jabatan Ketua Dewan Penasihat ICMI mengalami kekosongan. Jimly lalu meminta kesediaan Ma'ruf Amin mengisi jabatan tersebut.
"Ketua Dewan Penasihat harus diisi, saya khusus lapor ke Pak Kiai, (apakah bapak) berkenan menjadi ketua dewan penasihat?" ucap Jimly.
"Alhamdulillah beliau menerima itu mandat. Jadi sekarang tak ada kekosongan lagi. Ketua Dewan Kehormatan (ICMI) Pak JK, Ketua Dewan Penasihat yang tadi Pak JK, sekarang (dijabat) Ma'ruf Amin," lanjutnya.
Ma'ruf Amin yang juga menghadiri acara sama lalu mengucapkan terima kasih atas penunjukannya sebagai Ketua Dewan Penasihat ICMI. Ketum MUI non-aktif itu berkelakar posisi Ketua Dewan Penasihat tak hanya diembannya di ICMI saja, tetapi juga di sejumlah organisasi.
"Saya berterima kasih menjadi Ketua Dewan Penasihat. Memang spesialis saya Ketua Dewan Penasihat. Di IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) jadi Ketua Dewan Penasihat, di MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) juga Ketua Dewan Penasihat. Ternyata di ICMI juga Ketua Dewan Penasihat," ucap Ma'ruf.
