Ma'ruf Amin Lantik Pamong Praja Muda IPDN: Jaga Netralitas Jelang Pemilu 2024
·waktu baca 3 menit

Wakil Presiden Ma'ruf Amin melantik 1.627 Pamong Praja Muda lulusan IPDN. Pelantikan dilakukan secara hybrid, di mana 13 orang perwakilan dilantik di Istana Wakil Presiden dan sisanya mengikuti acara pelantikan di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Ma'ruf meminta Pamong Praja Muda yang sudah lulus untuk menjaga situasi kondusif menjelang Pemilu 2024. Ia mengatakan sebagai ASN muda, mereka harus menjaga situasi di masing-masing daerah di tengah tahun politik.
"Di tengah proses tahapan Pemilu 2024, saya menyerukan kepada seluruh ASN di mana pun berada agar ikut memelihara suasana kondusif di wilayahnya masing-masing. Sebagai abdi negara, jaga selalu netralitas dan integritas demi keberhasilan dan kesuksesan Pemilu 2024," kata Ma'ruf dalam sambutannya, Kamis (27/7).
Ma'ruf juga meminta ASN muda tersebut bergerak cepat guna mengantisipasi dan merespons perubahan yang terjadi. Ia mengatakan, jika ASN muda lambat dalam beradaptasi, maka Indonesia akan kalah bersaing dengan berbagai negara yang terus menaruh perhatian pada reformasi birokrasi.
"Tantangan birokrasi ke depan tidaklah ringan. Masih banyak persoalan yang harus dihadapi dan dibenahi. Birokrasi kian dituntut publik untuk semakin profesional, lincah, dan akuntabel dalam menghadirkan pelayanan publik," tuturnya.
"Saya meminta ASN muda tidak sekadar menunggu arahan atasan semata. ASN muda harus menjadi bagian dari solusi dengan ide-ide segar dan konstruktif, utamanya dalam mengelola agenda-agenda strategis nasional seperti percepatan penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan ekstrem, dan pencapaian target SDGs," lanjutnya.
Terakhir, Ma'ruf meminta Pamong Praja Muda lulusan IPDN ini memperkuat jaringan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Utamanya kolaborasi dalam menghadirkan ASN muda yang berjiwa kewirausahaan, sehingga berkontribusi dalam proses-proses transformasi sosial-ekonomi daerah," pungkasnya.
Setelahnya, pamong praja muda yang telah dilantik diserahkan kepada Sekjen Kemendagri untuk selanjutnya diteruskan kepada seluruh Sekda Provinsi untuk melaksanakan tugas dan pengabdian di daerah asal pendaftaran masing-masing.
Saat pelantikan, Ma'ruf secara langsung menyematkan penghargaan Kartika Astha Brata dan Kartika Abdi Praja kepada 10 lulusan terbaik program sarjana terapan.
Kesepuluh lulusan terbaik tersebut adalah:
1. Valent Breri Sinuraya, S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Sumatera Utara;
2. Ni Made Rita Rusitadewi S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Bali;
3. Dhimas Widya Saputra S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat;
4.Dwiki Bayu Pamungkas S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah;
5. Hilmy Rahayu Mahbub Putra S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur;
6. Alfina Handayani S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat;
7.Luthfiatunnisa Herayanti S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Barat;
8. Nurkhumaira Achsani S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Sulawesi Barat;
9.Shully Mumpuni Anjani Putri S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jambi;
10. Hibatulloh Akbar Novianto S.Tr.IP, asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah.
Kesepuluh lulusan terbaik IPDN ini lulus dengan raihan IPK rata-rata diatas 3.8 dan mendapat predikat “Dengan Pujian”.
Dalam pelantikan itu, turut hadir Menko Polhukam Mahfud MD, Wamendagri John Wempi Wetipo, dan Rektor IPDN Hadi Prabowo.
