Ma’ruf Amin Mendadak Akhiri Kunker di Papua, Ada Rapat Penting dengan Jokowi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruangan kerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama kunker di Papua. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruangan kerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin selama kunker di Papua. Foto: Haya Syahira/kumparan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengakhiri kunjungan kerja ke Papua lebih cepat sehari dari jadwal yang sudah ditentukan.

Ma’ruf Amin dijadwalkan berkantor sementara di Papua sejak Senin (9/10) sampai Jumat (13/10) besok. Namun rombongan Ma’ruf harus meninggalkan Papua pada Kamis pagi.

Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, mengatakan alasan Ma’ruf harus pulang lebih cepat karena panggilan rapat terbatas bersama Presiden Jokowi di Istana Presiden.

“Kunjungan Bapak Wakil Presiden yang rencananya akan melanjutkan ke Wamena dan Merauke harus ditunda karena ada rapat terbatas penting dengan Presiden di Jakarta,” kata Masduki di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10).

Jubir Wapres Masduki Baidlowi di Lanud Sultan Hassanuddin, Sulawesi Selatan, Kamis (12/10/2023). Foto: Haya Syahira/kumparan

Sebelumnya, pada susunan jadwal kunker, Ma’ruf dijadwalkan menghadiri acara peletakan batu pertama sarana dan prasarana Provinsi Papua Pegunungan di Kota Wamena pada Kamis (12/10).

Setelah itu, Ma’ruf akan bermalam selama semalam di Wamena sebelum bertolak ke Merauke, Papua Selatan. Setelah itu baru Ma’ruf kembali ke Jakarta pada Jumat (13/10) pagi.

Masduki menjelaskan, ratas ini sebenarnya bukan agenda mendadak. Undangan ini sudah diberikan sejak Rabu (11/10) kemarin sore. Saat itu Ma’ruf masih berpikir untuk absen rapat dan melanjutkan kunker.

Namun akhirnya keputusan ini berubah di malam hari. Ma’ruf akhirnya memutuskan untuk kembali ke Jakarta.

Lebih lanjut mengenai rapat terbatas ini, Masduki menepis bahwa ini terkait dengan reshuffle kabinet yang tengah santer diperbincangkan.

“Saya enggak tahu orang ramai berbicara mengenai itu, tapi Wakil Presiden tidak memberi tahu kepada saya (terkait apa),” tuturnya.