Ma'ruf Amin Perintahkan Pemda Punya Dana Darurat: Tahun Ini Bencana Alam Besar

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta pemerintah daerah untuk mulai menyiapkan dana darurat. Sebab dana darurat itu akan dipakai untuk penanganan bagi korban yang terdampak bencana alam.
”Saya perintahkan memang semua pemerintah daerah itu untuk bersiap menghadapi kemungkinan yang diprediksi sudah oleh BMKG tentang bencana yang akan kita hadapi, ini sebenarnya ini kan hampir setiap tahun cuma mungkin ada yang lebih besar lebih kecil saja, tergantung daripada situasi yang kita hadapi,” kata Ma'ruf kepada wartawan di sela kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (13/10).
Ma'ruf kemudian merujuk catatan BNPB terkait besarnya angka bencana alam. Dalam sepekan terkahir, jumlahnya meningkat.
”Dan tahun ini memang bencananya dianggap agak besar, karena itu seluruh pemangku kepentingan di daerah harus disiapkan dan anggarannya sudah harus disiapkan,” ucap Ma'ruf.
Ma'ruf menuturkan, masalah dana darurat ini sebenarnya hampir tiap tahun diingatkan oleh pemerintah pusat agar dapat diprioritaskan.
”Jadi bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga dinas-dinas semua ya, termasuk TNI, Polri, tentu dinas-dinas terkait semuanya kita bekerja sama, bersinergi dan berkolaborasi, ya. Ini penting sebab tidak mungkin ditanggulangi oleh dalam arti pemerintahan kan kota tapi seluruh potensi yang ada di daerah,” ungkap Ma'ruf.
Eks Ketua Umum MUI itu mengatakan, seluruh pihak mempunyai peranan sama dalam penanganan bencana.
”Seperti saya mencontohkan seperti satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan sehingga kita menjadi satu kesatuan di daerah juga begitu, saya kira Pak Gubernur supaya menjadikan seluruh pemangku kepentingan di daerah semuanya, tokoh masyarakat akademisi, termasuk juga tentu para ulama ikut membantu dalam menanggulangi dampak. Saya kira itu,” kata Ma'ruf.
70 Bencana Alam 3-9 Oktober
BNPB mencatat ada 70 kejadian bencana selama sepekan sejak 3 hingga 9 Oktober 2022.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, 69 kejadian di antaranya merupakan bencana hidrometeorologi basah mulai banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan satu kebakaran hutan dan lahan.
Sebanyak 70 bencana itu terdiri atas 36 kejadian banjir, 18 kejadian longsor dan 15 kejadian cuaca ekstrem. Dampak dari bencana ini membuat 150.322 jiwa masyarakat harus terdampak khususnya oleh bencana banjir.
Selain itu, bencana dalam sepekan ini juga telah mengakibatkan 10 warga meninggal dunia. Korban meninggal di antaranya terdiri dari tiga orang akibat banjir di Cilandak, Jakarta Selatan, satu orang di Aceh Utara, satu orang akibat cuaca ekstrem di Cilacap dan lima orang di Bali.
