Ma'ruf Amin Serukan Perdamaian, Dorong Saudi dan Houthi-Yaman Berdialog

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KH Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2025-2030. Foto: Dok MUI
zoom-in-whitePerbesar
KH Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Pertimbangan MUI periode 2025-2030. Foto: Dok MUI

Perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas, khususnya eskalasi saling serang antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman di kawasan strategis Bab el Mandeb, termasuk serangan terhadap kapal-kapal tanker, disorot dunia. Termasuk oleh Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, Ma’ruf Amin.

Melalui Juru Bicaranya, Masduki Baidlowi, Ma’ruf mengungkapkan rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam atas konflik yang terus berlarut. Ma'ruf menegaskan bahwa pertikaian sesama negara dan bangsa Muslim tidak hanya merugikan pihak-pihak yang terlibat, tetapi juga membawa dampak sistemik yang luas terhadap stabilitas ekonomi, politik, dan psikologis dunia Islam, termasuk Indonesia.

"Kiai Ma’ruf Amin sangat sedih melihat kondisi mutakhir ini. Beliau mengetuk hati nurani para pemimpin di Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman untuk segera menghentikan angkat senjata. Sebagai sesama Muslim, darah dan kehormatan adalah hal yang suci. Sudah saatnya senjata diturunkan dan meja dialog digelar secara konstruktif," ujar Ma'ruf sebagaimana disampaikan Masduki Baidlowi di Jakarta, Selasa (28/7).

Sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi pemikiran dari Indonesia, Ma’ruf menawarkan "Jembatan Dialog empat Pilar" sebagai jalan tengah, jalan moderasi atau watsathiyah, untuk mengatasi konflik tersebut:

Gencatan Senjata Kemanusiaan Sesegera mungkin (Jeda Konflik).

Menghentikan seluruh operasi militer kedua belah pihak serta serangan di Bab el-Mandeb dan wilayah sekitarnya. Jeda ini sangat krusial untuk mencegah krisis kemanusiaan yang lebih parah dan mengamankan jalur perdagangan internasional yang berdampak pada ekonomi global, termasuk pasokan energi ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Pengaktifan Kembali Poros Dialog Internal Umat (Ukhuwah Islamiyah).

Mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama tokoh-tokoh ulama dunia untuk bertindak sebagai mediator yang netral. Konflik ini harus diselesaikan dengan semangat persaudaraan Islam, bukan dengan intervensi kepentingan asing yang justru memperkeruh suasana.

Rekonsiliasi Berbasis Inklusivitas Politik

Mendorong kelompok Houthi dan Arab Saudi untuk duduk bersama guna menyepakati peta jalan tata kelola keamanan kawasan dengan saling menghormati kedaulatan. Yaman yang stabil dan berdaulat adalah kunci keamanan bagi Arab Saudi, begitu pula sebaliknya.

Jaminan Keamanan Jalur Logistik Internasional

Ma'ruf mendorong menyepakati zona bebas konflik di Selat Bab al-Mandeb demi kemaslahatan umat manusia. Terganggunya jalur ini memicu inflasi global yang mencekik masyarakat kecil di berbagai belahan dunia Islam.

Di akhir pernyataannya, Kiai Ma’ruf Amin mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, selalu siap mendukung setiap upaya perdamaian kedua negara.

"Perang tidak pernah melahirkan pemenang sejati, yang ada hanyalah kehancuran bagi generasi masa depan umat. Mari kita sudahi pertikaian ini dan bangun kembali jembatan dialog yang bermartabat," pungkas Ma'ruf sebagaimana disampaikan Masduki.