Ma'ruf Amin soal Penanganan Keamanan Papua: Tidak Defensif Pasif, Dinamis Aktif

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam kunjungan kerjanya ke Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (12/4/2022). Foto: KIP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam kunjungan kerjanya ke Bukittinggi, Sumatera Barat, Selasa (12/4/2022). Foto: KIP

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan pemerintah terus berkoordinasi terkait situasi keamanan terakhir di wilayah Papua. Teranyar, menurut Ma'ruf, Menkopolhukam, Panglima TNI, Kapolri, hingga BIN tengah merumuskan strategi guna merespons meningkatnya situasi keamanan di Papua akibat ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Ini sedang dirumuskan dan dikoordinasikan oleh Menkopolhukam yang melibatkan semua Panglima TNI, Kapolri, kemudian BIN dan semua unsur untuk membuat langkah-langkah ke depan supaya masyarakat aman dan juga pembangunan kesejahteraan tidak terganggu," ujar Ma'ruf kepada wartawan dalam kunjungannya ke Bukittinggi, Sumatera Barat, Rabu (13/4).

Jalan menuju kampung-kampung di Distrik Arguni Bawah, Kab Kaimana, Papua Barat. Foto: Retyan Sekar Nurani/kumparan

Ia meminta agar strategi pengamanan ke depan dapat lebih dinamis, mengikuti situasi keamanan yang terjadi di lapangan. Sehingga nantinya tim di lapangan dapat menyesuaikan langkah pengamanan yang diambil didasarkan pada situasi keamanan yang terjadi, tak melulu sesuai aturan baku yang ada.

"Ya saya kira pemerintah sekarang dalam pertemuan terakhir kita supaya strategi menghadapi berbagai dari KKB ini, itu tidak defensif pasif, tapi defensif yang dinamis aktif," ucap Ma'ruf.

Karenanya, Ma'ruf memandang penyesuaian strategi turut ambil andil dalam menentukan pola pengamanan di lapangan. Sehingga diharapkan pola strategi pengamanan yang dinamis nantinya dapat meminimalisir jatuhnya korban dan memberikan ketenangan kepada warga sipil dalam beraktivitas.

Petugas kepolisian dan TNI membawa kantong berisi jenazah teknisi tower telekomunikasi PT Palapa Timur Telematika (PTT) setibanya di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua, Senin (7/3/2022). Foto: Sevianto Pakiding/ANTARA FOTO

"Karena itu harus ada perubahan strategi di dalam mengawal masyarakat supaya mereka memang tidak menjadi korban dan menyebarkan ketenangan," kata Ma'ruf.

"Jadi keamanan berkolerasi dengan masalah pembangunan kesejahteraan," pungkasnya.

Sebelumnya, situasi keamanan meningkat setelah kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan penembakan yang kali ini menyasar 2 tukang ojek di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Serangan itu menyebabkan satu orang meninggal dan satu orang lainnya kritis di rumah sakit.

kumparan post embed

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menjelaskan kedua korban ditembak oleh KKB setelah mengantarkan penumpang, kemudian keduanya dihentikan oleh orang tak dikenal di Kampung Lumbuk, Distrik Tinggi Nambut Kabupaten Puncak Jaya, sekitar pukul 10.00 WIT, Selasa (12/4).

"Pelakunya masih didalami dan perlu dikumpulkan keterangan untuk mengetahui dari kelompok mana yang melakukan kekerasan di Puncak Jaya," jelas Kamal, Selasa (12/4).

"Korban meninggal dunia atas nama Soleno Lolo akibat luka tembak pada bagian rusuk sebelah kanan. Sedangkan yang kritis atas nama Sauku Dg Paewa mengalami luka tembak pada bagian kepala," ujar Kamal.